"Pelemahan IHSG yang terjadi pada sesi perdagangan pekan lalu masih didorong oleh aksi profit taking Investor asing terutama terhadap saham-saham yang sudah overbought," ujar Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam ulasannya, Senin (17/1/2011).
Ia menjelaskan, pada dasarnya belum banyak sentimen signifikan yang terjadi pekan ini yang bisa menjatuhkan bursa. Mengingat data ekonomi terbaru Amerika seperti, data ritel dan perumahan menunjukkan ekonomi AS berada pada jalur yang benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui angka inflasi Indonesia untuk tahun 2010 saja berada pada angka 6,96% angka tersebut berada diatas ekspektasi pemerintah, dimana harga pangan menjadi kontibutor terbesar tingginya inflasi.
Kondisi ini diprediksi masih akan berlanjut pada awal tahun 2011 ini, bahkan Gubernur BI sendiri menyatakan bahwa tendensi inflasi masih akan terus datang dan BI sudah mencari waktu yang pas untuk menaikkan BI rate. Banyak yang percaya bahwa apabila inflasi pada bulan Januari tahun ini berada di angka 0,5% atau terlebih mendekati angka inflasi bulan januari tahun lalu di angka 0,84% maka besar kemungkinan pada bulan Februari besok, BI akan menaikan BI rate sebesar 0,25% dari 6,5% menjadi 6.75%.
Kekhawatiran terhadap naiknya harga pangan dunia yang mendorong tingginya inflasi, lanjut Fikri, dan pada akhirnya dipercaya akan memicu kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral di emerging market pada awal tahun 2011 ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi investor di pasar saham, sehingga mendorong investor untuk melepas saham, terutama saham pada perbankan dan properti, sektor yang sangat dipengaruhi oleh kenaikan dan penurunan suku bunga BI.
Lebih lanjut, sebagai akibat dari kekhawatiran investor akan laju inflasi tesebut, selama pekan lalu, investor asing membukukan transaksi jual bersih senilai Rp 3,65 triliun. Dimana pada pekan sebelumnya, asing hanya melakukan aksi jual bersih Rp 265,16 miliar. Artinya, aksi jual bersih asing di pasar saham melonjak sangat signifikan pekan lalu.
"Namun demikian, apabila melihat kondisi bursa amerika pada akhir pekan lalu yang ditutup pada teritori positif akibat penguatan signifikan di sektor perbankan, maka IHSG pada pekan ini berpotensi akan bergerak mixed, dengan kecenderungan masih menguat, mengikuti penguatan bursa amerika dan regional asia," jelas Fikri.
NB: review tidak mencerminkan pandangan institusi
(qom/qom)











































