Pemerintah Pede Harga Saham Garuda Tak Kemahalan

Laporan dari Hong Kong

Pemerintah Pede Harga Saham Garuda Tak Kemahalan

- detikFinance
Selasa, 18 Jan 2011 07:22 WIB
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merasa harga penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Garuda Indonesia Airlines (Garuda) tidak mahal. Bahkan Kementerian BUMN optimistis dengan kisaran harga Rp 750- Rp1.100 per lembar, saham dapat terserap seluruhnya di pasar.

Demikian diungkapkan oleh Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Achiran Pandu Djajanto ketika ditemui di sela acara Roadshow Garuda di Hotel Four Seasons, Central, Hong Kong, Senin (17/1/2011).

"Harga tersebut tidak mahal. Jika mempunyai anak perempuan, tentu kita harus percaya diri bahwa dia memiliki masa depan cantik meski sekarang masih dalam kandungan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian BUMN menetapkan harga perdana tersebut berdasarkan asumsi optimistis atas posisi dan prospek Garuda sebagai maskapai penerbangan terbesar nasional. Menurut Pandu, beberapa kalangan yang menilai bahwa harga tersebut terlalu mahal itu harus mengemukakan alasan yang tepat karena harga yang telah ditentukan ini berdasarkan asumsi dan kajian-kajian.

"Penjamin emisi asing mengatakan harus melihat appreciaton value, kalau bahasa saya good will. Penilaian murah-mahalnya harga itu persoalan persepsi," tambahnya Pandu.

Ditempat yang sama Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar enggan mengomentari lebih jauh mengenai harga. Menurutnya, fokus manajemen saat ini adalah melakukan usaha maksimal dalam proses IPO sehingga Garuda dapat menjadai maskapai nomor satu.

"IPO ini adalah rencana sejak tahun 2006, dimana merupakan planning untuk survive. Bagaimana IPO ini nantinya dapat memperbaiki daya saing khususnya dengan meningkatkan ekspansi usaha," ujar Emir.

Dengan adanya IPO, Emir mengharapkan kinerja Garuda akan lebih maju dan transparan seiring dengan adanya kepemilikan saham publik.

Seperti diketahui saham Garuda yang ditawarkan kepada publik adalah berjumlah 9.362.429.500 lembar. Dimana, sebanyak 7.426.691.500 saham baru merupakan saham seri B dan dikeluarkan dari portepel perseroan, dengan nilai nominal Rp 500. Sisanya, 1.935.738.000 lembar diambil dari saham seri B dan pada saat listing menjadi milik Bank Mandiri.

Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 36,48% dari total modal ditempatkan dan disetor, dengan target dana berkisar Rp 4-5 triliun. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities. Harga IPO ditetapkan pada range Rp750-Rp1.100 per lembar saham.


(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads