Demikian diungkapkan oleh Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Achiran Pandu Djajanto ketika ditemui di sela acara Roadshow Garuda di Hotel Four Seasons, Central, Hong Kong, Senin (17/1/2011).
"Harga tersebut tidak mahal. Jika mempunyai anak perempuan, tentu kita harus percaya diri bahwa dia memiliki masa depan cantik meski sekarang masih dalam kandungan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjamin emisi asing mengatakan harus melihat appreciaton value, kalau bahasa saya good will. Penilaian murah-mahalnya harga itu persoalan persepsi," tambahnya Pandu.
Ditempat yang sama Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar enggan mengomentari lebih jauh mengenai harga. Menurutnya, fokus manajemen saat ini adalah melakukan usaha maksimal dalam proses IPO sehingga Garuda dapat menjadai maskapai nomor satu.
"IPO ini adalah rencana sejak tahun 2006, dimana merupakan planning untuk survive. Bagaimana IPO ini nantinya dapat memperbaiki daya saing khususnya dengan meningkatkan ekspansi usaha," ujar Emir.
Dengan adanya IPO, Emir mengharapkan kinerja Garuda akan lebih maju dan transparan seiring dengan adanya kepemilikan saham publik.
Seperti diketahui saham Garuda yang ditawarkan kepada publik adalah berjumlah 9.362.429.500 lembar. Dimana, sebanyak 7.426.691.500 saham baru merupakan saham seri B dan dikeluarkan dari portepel perseroan, dengan nilai nominal Rp 500. Sisanya, 1.935.738.000 lembar diambil dari saham seri B dan pada saat listing menjadi milik Bank Mandiri.
Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 36,48% dari total modal ditempatkan dan disetor, dengan target dana berkisar Rp 4-5 triliun. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities. Harga IPO ditetapkan pada range Rp750-Rp1.100 per lembar saham.
(dru/qom)











































