PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyatakan tak berminat untuk membeli jatah 7% saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di 2011 ini. Alasannya karena tidak strategis.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Bimo Budi Satriyo kepada detikFinance, Rabu (19/1/2011).
"Seperti yang pernah disampaikan Pak Alwin (Dirut Antam) kalau hanya 7% tidak strategis buat Antam," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agus, banyak opsi yang sedang dibahas mengenai pembelian 7% saham divestasi ini, bisa melalui BUMN yang ditunjuk atau melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di bawah Kementerian Keuangan.
Gubernur NTB, M Zainul Majdi mengaku masih yakin bisa menjadi pembeli 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang dilepas dalam skema divestasi tahun 2010. Menurut Pemda NTB, pemerintah pusat sudah mendapat terlalu banyak dari Newmont, sehingga hak membeli sepantasnya diberikan ke daerah. Pemda NTB tak akan mundur dari perburuan saham itu.
Zainul mengatakan, dua kali pihaknya telah menyurati Menteri Keuangan Agus Martowardojo, menyatakan kesiapan membeli 7% saham Newmont. Surat dilayangkan setelah pemerintah menyatakan akan membeli saham Newmont itu pada 17 Desember 2010 lalu.
Jika Pemda NTB berhasil membeli 7% saham Newmont itu, maka melangkapi kepemilikan 24% saham yang sudah diperoleh sejak 15 Maret 2010 silam.
Saham itu dimiliki Pemda NTB bersama mitranya Multicapital, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang bertindak sebagai pemodal. Untuk mengeksekusi saham Newmont itu, dibentuk perusahaan patungan PT Multi Daerah Bersaing.
Untuk membeli 24% saham tersebut, Multicapital merogoh kocek tak kurang dari US$ 867 juta, atau setara Rp 8,5 triliun.
(dnl/qom)











































