Dua privatisasi BUMN yang akan meluncur dalam waktu dekat adalah penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Garuda Indonesia (Persero) dan proses penerbitan saham baru (rights issue) PT Bank Mandiri Tbk.
Demikian disampaikan Menteri BUMN Mustafa Abubakar ketika ditemui detikFinance di sela pengukuhan Rektor Baru President University di Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (19/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Mustafa mengatakan seluruh jadwal di awal tahun 2011 mengenai privatisasi tidak akan diundur atau ditunda. "Jadwal IPO Garuda dan rights issue Bank Mandiri tidak ada penundaan, semua on schedule," ujar Mustafa.
Mengenai harga, Mustafa enggan membicarakan lebih jauh karena seluruh proses masih berjalan. Ia mengharapkan, untuk Garuda yang tengah melakukan roadshow mendapatkan presepsi yang positif dari investor baik lokal maupun asing.
Seperti diketahui, Total saham Garuda yang ditawarkan kepada publik adalah berjumlah 9.362.429.500 lembar. Dimana, sebanyak 7.426.691.500 saham baru merupakan saham seri B dan dikeluarkan dari portepel perseroan, degan nilai nominal Rp 500. Sisanya, 1.935.738.000 lembar diambil dari saham seri B dan pada saat listing menjadi milik Bank Mandiri.
Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 36,48% dari total modal ditempatkan dan disetor, dengan target dana berkisar Rp 4-5 triliun. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities.
Khusus untuk Bank Mandiri (BMRI), perseroan akan menerbitkan 2.336.838.591 lembar saham baru harga penawaran di Rp 4.000-6.150 per lembar. Total dana yang akan diraup salah satu bank besar di Indonesia itu berkisar antara Rp 9,3 triliun hingga Rp 14,4 triliun.
Setiap pemegang 8.985 saham lama yang namanya tercatar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 10 Februari 2011, berhak atas 1.000 HMETD. Dan setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru di harga Rp 4.000-6.150.
Untuk melancarkan aksi korporasinya, bank pelat merah itu akan melakukan roadshow ke beberapa negara, seperti Hong Kong, Amerika Serikat, Singapura, dan Inggris.
(dru/ang)











































