Pemeringkatan Reksa Dana Dorong Transparansi Manajer Investasi

Pemeringkatan Reksa Dana Dorong Transparansi Manajer Investasi

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 19 Jan 2011 14:49 WIB
Pemeringkatan Reksa Dana Dorong Transparansi Manajer Investasi
Jakarta - Pemeringkatan atas produk reksa dana sangat baik untuk mengetahui 'isi perut' atau penempatan investasi nasabah dari sebuah Manajer Investasi (MI). Hal tersebut juga menjadikan industri reksa dana lebih transparan.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM), John D Item di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1/2011).

"Ini kan kita mengetahui isi perut, supaya enggak macem-macem. Kan bisa saja memasukkan barang-barang berisiko tinggi," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait masih minimnya pemeringkatan atas produk investasi reksa dana dari setiap Manager Investasi (MI), John pun menyampaikan, hal tersebut tidak bisa dipaksakan. Yang diperlukan hanya kesadaran penuh dari MI akan pentingnya rating atas produk reksa dananya.

"Memang belum ada aturan. Perlu atau tidaknya, saya netral saja. Saya senang, enggak mau dipaksa. Kalau ada aturan, kan ada yang diuntungkan, Pefindo. Dalam hal ini Bapepam harus netral," paparnya.

Namun, dengan berkembangnya pasar reksa dana dengan pengelolaan dana yang telah mencapai Rp 100 triliun, justru rating menjadi penting. Khususnya bagi investor.

"Artinya peringkat datangnya dari investor. Mereka akan masuk (reksa dana) untuk produk yang sudah diperingkat. Peringkat juga jadi lebih transparan lagi, apalagi fix income dan money market," tutur John.

Hingga kini, hanya 3 MI yang rela produk reksa dananya dinilai oleh Pefindo. Total reksa dana yang dimiliki Danareksa Investment Management, PNM Investment Management dan Batavia Prosperindo Aset Manajemen, hanya 10 produk. Padahal program pemeringkatan sudah berlangsung sejak tahun 2010.

"Karena kita lembaga independen, kita pasti berpihak ke investor. Untuk itu kita harapkan adanya pemeringkatan. Ini penting untuk perlindungan bagi investor. Tidak beli kucing dalam karung," jelas Direktur Utama Pefindo, Ronald T Andi.

Pefindo pun menganggap, peringkat bukan sesuatu hal yang wajibk, karena ini tidak menjadi solusi utama. Yang terpenting adalah sosialisasi kepada seluruh stake holder, yakni MI, Bapepam-LK bersama BEI juga investor.

"Kita masih coba untuk bangun kesadaran. Di negara lain ini sudah lezim. Kesadaran dari MI juga perlu karena jadi tools of marketing. Kalau ada kewajiban (produk reksa dana dirating) tidak nyaman juga. Selama ini ternyata MI juga masih enggan memberikan data, karena khawatir datanya terpublikasi oleh MI lain," katanya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads