Pada perdagangan, Rabu (19/1/2011), IHSG melemah 14,36 poin (0,40%) ke level 3.534,284. Indeks LQ 45 melemah 2,58 poin ke level 621,74. Sebelum penutupan, IHSG sempat terganggu oleh matinya datafeed sehingga informasi data saham terhenti, namun kini sudah pulih.
"Lagi-lagi IHSG kembali terperosok masuk ke dalam zona negatif. IHSG yang diharapkan mampu melanjutkan penguatan dari sehari sebelumnya justru malah bergerak turun. Bursa saham terlihat masih belum berani untuk melanjutkan penguatan dan lebih memilih untuk short term trading," jelas Reza Priyambada, Managing Research
Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar hanya memanfaatkan beberapa momen tertentu seperti, penguatan harga komoditas dan pengaruh bursa regional, untuk menguat dan lebih banyak short term trading. Selama belum jelas perubahan BI rate dan penanganan inflasi maka selama itu pula IHSG tak menentu arahnya," tambah Reza.
Bursa Wall Street tadi malam ditutup melemah meski sejumlah perusahaan besar seperti IBM dan Apple telah mengeluarkan laporan keuangan yang sangat baik. Bursa Wall Street terseret oleh koreksi saham finansial.
Pada perdagangan Rabu (19/1/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) tercatat melemah tipis 12,64 poin (0,11%) ke level 11.825,29. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 13,10 poin (1,01%) ke level 1.281,92 dan Nasdaq melemah 40,49 poin (1,46%) ke level 2.725,36.
Bursa Jepang juga langsung ikut melemah, dengan indeks Nikkei-225 dibuka turun 64,78 poin (0,61%) ke level 10.492,32.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada perdagangan hari ini (19/1) IHSG ditutup melemah 14,36 point (-0.40%) ke level 3,534.284 menyusul penurunan mayoritas saham β saham LQ45. Sebagian besar investor pada hari ini masih bersikap wait & see menyusul kekhawatiran akan inflasi yang masih mengancam. Asing pada hari ini tercatat melakukan net buy sebesar Rp147 miliar pada pasar reguler, sementara total transaksi pasar secara keseluruhan pada hari ini tercatat sebesar Rp5 triliun. Secara teknikal terlihat sinyal stochastic menunjukkan sinyal bearish dengan volume transaksi yang masih dibawah rata-rata harian sehingga dapat diartikan bahwa IHSG sedang menuju fase konsolidasi.
Pada perdagangan besok, IHSG kemungkinan akan terdorong oleh sentimen positif dari pergerakan bursa global dan regional, yang pada perdagangan hari ini tercatat positif, meskipun masih ada ancaman inflasi di pasar domestik. IHSG sendiri pada perdagangan besok diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,506-3,569 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. TLKM, PTBA dan ASII.
Indosurya Securities:
Pada perdagangan Rabu (20/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.488-3.511 dan resistance 3.558-3.581. MACD terlihat masih melemah dengan histogram negatif yang mulai memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali bergerak menuju area oversold . Kondisi IHSG belum stabil sepenuhnya dan masih akan bergerak mixed dengan kecenderung melemah. Pasar hanya memanfaatkan beberapa momen tertentu seperti, penguatan harga komoditas dan pengaruh bursa regional, untuk menguat dan lebih banyak short term trading. Selama belum jelas perubahan BI rate dan penanganan inflasi maka selama itu pula IHSG tak menentu arahnya.
(qom/qom)











































