Penerbitan Obligasi Bisa Capai Rp 146 Triliun di 2011

Penerbitan Obligasi Bisa Capai Rp 146 Triliun di 2011

- detikFinance
Kamis, 20 Jan 2011 08:14 WIB
Jakarta - Penerbitan surat utang obligasi akan semakin marak di tahun 2011. Bahkan total penerbitan bersih (net issuance) diperkirakan mencapai Rp 146,569 triliun.

Menurut PT Danareksa Sekuritas (Persero), dalam outlook pasar obligasi 2011 seperti dikutip detikFinance, Kamis (20/1/2011), penerbitan baru obligasi pemerintah diperkirakan mencapai Rp 192,812 triliun. Sebanyak Rp 67,328 triliun merupakan obligasi yang jatuh tempo dan mulai di buyback pemerintah.

Obligasi pemerintah jatuh tempo di 2011, tercatat lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya Rp 73,266 triliun. Pada tahun ini, surat utang pemerintah yang mature dan di-buyback diantaranya SPN dan ORI. Jumlah jatuh tempo terbesar terjadi pada bulan September 2011, dengan nilai lebih dari Rp 16 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penerbitan bersih (net issuance) obligasi pemerintah pun di tahun ini mencapai Rp 125,484 triliun, atau lebih besar dibandingkan tahun 2010, Rp 88,388 triliun. Dengan demikian total outstanding surat utang pemerintah hingga 2011 diperkirakan mencapai Rp 941,458 triliun.

Di sisi lain, penerbitan baru obligasi korporasi sepanjang tahun 2011 mencapai Rp 32,599 triliun. Dimana terdapat surat utang yang jatuh tempo sebanyak Rp 11,514 triliun dan mulai di-buyback tiap-tiap perseroan.

Industri multifinance dan perbankan menjadi 2 sektor yang surat utangnya paling banyak mengalami jatuh tempo sepanjang tahun ini. Dimana pada bulan Juli 2011 menjadi periode dengan nilai obligasi korporasi jatuh tempo terbesar, hampir Rp 6 triliun.

Dengan demikian net issuance obligasi korporasi tahun 2011 mencapai Rp 21,085 triliun. Ini lebih rendah dibandingkan penerbitan bersih tahun lalu, Rp 27,042 triliun. Namun total outstanding obligasi korporasi diperkirakan mencapai Rp 136,925 triliun, atau lebih tinggi dari periode lalu, Rp 115,841 triliun.

Total penerbitan bersih surat utang di Indonesia pun mencapai Rp 146,569 triliun, naik dari periode sebelumnya, Rp 115,429 triliun.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads