Demikian disampaikan Presiden Direktur CIMB Securities, Bernard Thien dalam press confrence CIMB Group Market Outlook 2011 di Hotel Pacific Place, SCBD Jakarta, Kamis (20/1/2011).
Saat ini, perseroan aktif melakukan pitching ke beberapa korporasi baik sebagai penjamin emisi saham baru atau Initial Public Offering (IPO) atau surat utang obligasi. Pada awal triwulan ini, CIMB Securities sejatinya telah mendapatkan satu mandat penjaminan emisi, sayang Bernard enggan mengungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang tahun 2010, penjaminan emisi yang dilakukan perseroan sebanyak Rp 1 triliun. Diharapkan tahun ini, nilai penjaminan bakal meningkat 2 kali lipat.
"Mudah-mudahn masing-masing (IPO dan Obligasi) Rp 1 triliun. Kita tentu pitching-pitching di semua sektor," terang Bernard.
Tercatat tahun lalu, perseroan menjadi penjamin emisi sejumlah perusahaan, diantaranya PT Sarana Multigriya Finance (SMF), Astra Sedaya Finance (ASF), serta obligasi subordinasi (subdebt) PT Bank CIMB Niaga Tbk. Juga ada penjaminan emisi saham baru, yaitu PT Borneo Lumbung Energy Tbk, juga PT Wintermar Offshore Marine Tbk.
Sistem online trading perseroan yang berbasis Direct Market Access (DMA) hingga akhir tahun lalu baru menjaring 4.000 nasabah lebih. Bidikan 10.000 nasabah di 2011 pun tetap menjadi prioritas CIMB Securities.
Menanggapi persaingan industri sekuritas di Indonesia, perseroan mengaku akan lebih berat dibandingkan periode sebelumnya. Terlebih dengan masuknya May Bank Group dalam kepemilikan atas Kim Eng Securities.
Namun meski industri diprediksi semakin ketat, CIMB Securities tetap optimis dan menargetkan menjadi 3 besar perusahaan sekuritas di Indonesia.
"Saat ini CIMB di 4 besar dengan (transaksi) harian US$ 300- 400 juta. Di Indonesia banyak broker. Saingan tambah," imbuhnya.
(wep/ang)











































