Dibayangi Inflasi, IHSG Bisa Terbantu Harga Komoditas

Dibayangi Inflasi, IHSG Bisa Terbantu Harga Komoditas

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 20 Jan 2011 18:35 WIB
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot tajam dan mencapai level terendah dalam 3 bulan terakhir. Sentimen negatif akan peningkatan inflasi terus membayangi pelaku pasar karena ekspektasi naiknya harga bahan pangan.

Namun menjelang tutup semester I-2011, sentimen tersebut akan mereda dan IHSG akan kembali rally hingga posisi 4.450.

Demikian disampaikan Regional Economist and Executive Director CIMB Research Pte Ltd, Song Seng Wun, dalam press confrence CIMB Group Market Outlook 2011 di Hotel Pasific Place, SCBD Jakarta, Kamis (20/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sektor batubara dan konsumen menjadi pilihan utama CIMB untuk tahun ini. Meskipun terdapat keterbatasan pasokan. Kami melihat sektor komoditas sebagai pelindung dari inflasi yang baik," katanya.

"Kami juga yakin bahwa kondisi makro ekonomi yang baik ditambah dengan peningkatan PDB dan jumlah penduduk yang besar akan memperkuat kemungkinan bagi Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pada level 6,5% tahun ini," tambah Song.

Hari ini, IHSG terjun bebas ke posisi 3.454,118, atau menurun 80,166 poin (2,27%). Imbas pemelahan indeks regional menjadi pemicu utama anjloknya IHSG, dimana 225 saham serempak melemah pada perdagangan hari ini.

"Koreksi lebih temporary dan masih punya waktu market dan menunggu respon pemerintah atau Bank Indonesia," tambah Research Associate CIMB Securities, Mastono Ali.

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2010 inflasi Indonesia hampir mencapai 7%, atau melebihi dari janji pemerintah sebelumnya di level 5,3%. Pelaku pasar pun sudah siap-siap, jika bank sentral meningkatkan suku bunga acuan (BI Rate). Namun ternyata BI tetap mempertahankan BI Rate di level 6,5%.

"Braket harga makanan ke inflasi masih tinggi mencapai 36%. Ini terjadi sampai dengan semester I saja. Semester II sudah menjadi baik dalam sisi produksi," kata Business  & Economic Research CIMB Niaga Bank, Winang Budoyo.

"Kenaikan harga komoditi akan menopang indeks, namun tidak seperti tahun 2008. Penyebabnya beda, saat ini lebih karena supply disruption karena produksi berkurang," tegas Winang.

Ia memprediksi, core inflation Indonesia bakal melebihi 5% di bulan Februari atau Maret 2011. Sehingga inflasi dipastikan meningkat. "SBI akan naik setidaknya di April," pungkasnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads