Minim Sentimen Positif, IHSG Masih Lesu

Rekomendasi Saham

Minim Sentimen Positif, IHSG Masih Lesu

- detikFinance
Jumat, 21 Jan 2011 08:10 WIB
Minim Sentimen Positif, IHSG Masih Lesu
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 80% pada perdagangan Kamis kemarin. Penurunan ini terjadi karena sentimen negatif dari bursa global dan regional membuat indeks tertekan. Investor masih mengamankan portofolionya karena khawatir indeks masih akan melemah lebih dalam lagi.

Pada perdagangan Kamis (20/1/2011), IHSG anjlok 80,166 poin (2,27%) ke level 3.454,118. Sementara Indeks LQ 45 turun 16,018 poin (2,57%) ke level 605,717.

Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terjerat di zona merah, tak satu pun yang bisa menguat. Minimnya informasi positif baik dari dalam maupun luar negeri membuat indeks tak kuasa bergerak ke atas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG terkoreksi signifikan seiring dengan pelemahan bursa regional dengan seluruh sektor di bursa membukukan pelemahan. Penguatan IHSG di tahun 2010 yang mencapai 46% menyebabkan investor melakukan aksi profit taking. Sementara itu tidak terdapat sentimen positif yang benar-benar kuat bagi investor untuk melakukan aksi beli. Untuk Jumat IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan support 3.420 dan resistance 3.510.

Bursa Wall Street tadi malam ditutup melemah meskipun laporan keuangan emiten menunjukkan hasil yang solid serta data tenaga kerja yang membaik. Bahkan saham sektor keuangan ditutup menguat.

Pada perdagangan Kamis (20/1/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) tercatat melemah tipis 249 poin (0,02%) ke level 11.822,8. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,66 poin (0,13%) ke level 1.280,26 dan Nasdaq melemah 21,07 (0,77%) ke level 2.704,29.

Bursa Jepang mengalami penguatan tipis, dengan indeks Nikkei-225 dibuka turun 21,73 poin (0,21%) ke level 10.459,04.

Berikut rekomendasi saham hari ini:

eTrading Securities
IHSG kemarin masih ditutup melemah 80 point (-2.27%) ke level 3,454.12 masih dikarenakan kekuatiran akan masalah pangan, pembatasan BBM dan kebijakan moneter yang dinilai terlalu lambat ditanggapi oleh pemerintah. Berita positif dari regional pada akhirnya tetap tidak mampu mengangkat IHSG ke area positif. Sektor paling banyak mengalami penurunan adalah pertambangan dan agriculture.

Asing sendiri tercatat melakukan net sell sebesar Rp 35 milliar dengan sektor yang paling banyak keluar oleh asing adalah Coal Mining dan Cement.
Secara teknikal terlihat IHSG masih berada di fase konsolidasi dengan menguji level support kuatnya di 3,483.

Pada perdagangan hari ini (21/1) diperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 3,433-3,569 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BMRI, ASII, dan ITMG.

Finan Corpindo Nusa
IHSG terkoreksi signifikan seiring dengan pelemahan bursa regional dengan seluruh sektor di bursa membukukan pelemahan. Penguatan IHSG di tahun 2010 yang mencapai 46% menyebabkan investor melakukan aksi profit taking. Sementara itu tidak terdapat sentimen positif yang benar-benar kuat bagi investor untuk melakukan aksi beli. Untuk Jumat IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan support 3.420 dan resistance 3.510.

Indosurya Securities

Pada perdagangan Jumat (21/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.384-3.419 dan resistance 3.511-3.568. MACD terlihat masih melemah dengan histogram negatif yang kembali memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menyentuh area oversold . Penurunan kemarin membawa dampak psikologis negatif terhadap kondisi IHSG. Kondisi IHSG belum stabil sepenuhnya dan masih akan bergerak mixed dengan kecenderung melemah.

Pasar masih akan menunggu kondisi yang stabil untuk dapat masuk pasar kembali. Saham-saham lapis kedua dan ketiga masih menjadi incaran namun, bila melihat dari harga saham yang terdiskon banyak maka beberapa saham pilihan bisa akumulasi untuk jangka panjang. (dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads