Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 74 poin menyusul larinya dana asing dari bursa dalam jumlah besar. Investor asing menarik dananya dengan menjual saham-saham bluechip.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.075 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 9.050 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG anjlok 39,542 poin (1,15%) ke level 3.414,576. Maraknya sentimen negatif membuat indeks tak berdaya di zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (21/1/2011), IHSG jatuh 74,575 poin (2,16%) ke level 3.379,543. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 15,481 poin (2,56%) ke level 590,236.
Pemodal asing melepas saham-saham unggulan di sektor konsumer, tambang dan perbankan. Imbasnya, saham-saham di sektor tersebut melemah cukup dalam.
Investor lokal pun ikut-ikutan melepas saham dalam jumlah yang cukup banyak setelah melihat asing mengamankan dananya. Indeks pun kesulitan untuk bangkit dan terus berada di teritori negatif sepanjang perdagangan.
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pagi tadi, posisi tertingginya hanya di level 3.453,272 pada saat pembukaan. Bahkan, IHSG sempat ambles sampai posisi terdalam di level 3.309,616, tipis sekali mendekati level 3.200.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 119.204 kali pada volume 3,824 miliar lembar saham senilai Rp 6,853 triliun. Sebanyak 48 saham naik, 179 saham turun dan 78 saham stagnan.
Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan saham bersih (foreign nett sell) sebanyak Rp 1,03 triliun di seluruh pasar.
Mayoritas bursa-bursa regional melemah di sore hari ini setelah kekhawatiran inflasi tinggi melanda negara-negara di Asia setelah pertumbuhan ekonomi China tumbuh di luar perkiraan.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore ini:
- Indeks Komposit Shanghai melesat 38,29 poin (1,43%) ke level 2.715,95.
- Indeks Hang Seng turun 126,84 poin (0,53%) ke level 23.876,86.
- Indeks Nikkei 225 jatuh 162,79 poin (1,56%) ke level 10.274,52.
- Indeks Straits Times melemah 20,48 poin (0,64%) ke level 3.185,00.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bank Danamon (BDMN) naik Rp 150 ke Rp 6.000, Modern Internasional (MDRN) naik Rp 125 ke Rp 2.375, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 100 ke Rp 4.250, dan Matahari (MPPA) naik Rp 100 ke Rp 1.740.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam katagori top losers antara lain Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 1.400 ke Rp 20.550, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 1.150 ke Rp 22.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.050 ke Rp 20.450, dan Unilever (UNVR) turun Rp 1.000 ke Rp 14.250.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah di posisi Rp 9.075 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 9.050 per dolar AS.











































