Laba tersebut didapat sebagai hasil dari pendapatan luar biasa sebelumnya dari divestasi Matahari Departemen Store (MDS) dan penghematan biaya bunga dari hutang yang telah dibayar lunas selama periode tersebut.
Di triwulan II 2010, Matahari berhasil melakukan divestasi 90,76% kepemilikan sahamnya di MDS pada PT Meadow Indonesia, anak perusahaan yang 100% dimiliki Meadow Asia Company Limited yang merupakan bagian dari CVC Capital Partners dengan total nilai transaksi sebesar Rp 7,2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Matahari juga membukukan penjualan Rp 9,6 triliun, termasuk di dalamnya penjualan konsinyasi Rp 1,4 triliun. Mayoritas pendapatan disumbang dari pengoperasian Hypermart.
Penjualan Matahari Food Business (MFB) meningkat dari Rp 6,5 triliun menjadi Rp 7,6 triliun yang merupakan rekor penjualan tertinggi dalam sejarah MFB dan merupakan tingkat kenaikan sebesar 17,4% dari tahun lalu.
“Kami akan terus melakukan ekspansi Hypermart secara pruden untuk lebih memperkuat posisi bisnis MPPA ke depan dan memastikan realisasi rencana ekspansi lebih dari 150 penambahan gerai baru dalam 10 sampai 15 tahun kedepan," tambahnya.
Memasuki tahun 2011, Matahari akan terus memaksimalkan nilai pemegang saham dengan tetap mempertahankan kepemimpinan pasar MPPA melalui rencana ekspansi gerai gerai baru dan renovasi gerai-gerai yang ada. MPPA juga akan terus memelihara tingkat likuiditas tinggi untuk mengantisipasi peluang pertumbuhan baru sambil menunggu keseriusan para pemain global untuk melakukan investasi dan menjalin kemitraan di Hypermart dalam bentuk yang lebih kongkrit lagi.
Matahari merupakan peritel modern di Indonesia yang memiliki jaringan toko sebanyak 51 hypermarket, 26 supermarket, 54 outlet apotik, lebih dari 90 pusat hiburan keluarga dan 19 toko buku internasional serta aliansi strategis pengoperasian 93 department store di lebih dari 50 kota di seluruh Indonesia.
Hypermart adalah anak perusahaan dari MPPA yang berdiri pada tahun 2004 yang terus berkembang pesat dan meningkatkan skala bisnis hypermarket di Indonesia, memanfaatkan bisnis FMCG yang besar. Grup bisnis hypermarket hingga kini telah memiliki 51 outlet secara nasional dengan total pendapatan sekitar Rp 8,9 triliun atau setara USD$ 1 Miliar dengan proyeksi pertumbuhan 22% di tahun 2010.
Hypermart menargetkan untuk membuka setidaknya 13 toko pada tahun 2011 serta total 80 toko baru dalam 5 tahun kedepan.
(ang/ang)











































