BNI Bagikan Dividen Rp 23,71 per Saham

BNI Bagikan Dividen Rp 23,71 per Saham

- detikFinance
Selasa, 04 Mei 2004 12:43 WIB
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) membagikan dividen sebesar Rp 23,71 per saham atas perolehan laba bersih tahun 2003. Total dividen tersebut sebesar 75 persen dari laba bersih tahun 2003 yang sekitar Rp 420 miliar.Demikian salah satu hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BNI yang tengah berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (4/5/2004). RUPS ini dipimpin oleh komisaris utama Zaki Baridwan.Seperti diketahui PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengalami penurunan laba bersih 2003 hingga 80 persen lebih akibat dampak dari kasus L/C (Letter of Credit) bodong senilai Rp 1,3 triliun. Dimana Bank BNI melakukan pencadangan Rp 1 triliun lebih. Tercatat laba bersih BNI per Desember 2003 hanya sebesar Rp 420 miliar dibandingkan tahun 2002 yang sebesar Rp 2,5 triliun. Laba bersih per Desember 2003 itu merupakan laba bersih semester II periode 1 Juli sampai 31 Desember 2003. Pasalnya, laba bersih semester I sebesar Rp 409 miliar telah terpakai untuk kuasi reorganisasi. Disamping itu penurunan laba ini juga diakibatkan oleh penyisihan kerugian terhadap L/C bodong. Namun jika dihitung sebelum kuasi reorganisasi laba bersih BNI tahun 2003 sebesar Rp 829 miliar.Menurut Dirut BNI Sigit Pramono kinerja keuangan 2003 seperti penghimpunan dana masyarakat tetap dapat dipertahankan walaupun BNI terkena kasus L/C bodong. Tercatat dana pihak ketiga (DPK) 2003 naik 8,6 persen menjadi Rp 105,1 triliun dibanding 2002 yang sebesar Rp 96,7 triliun. Penyaluran kredit tahun 2003 juga kata Sigit, berjalan sesuai dengan target business plan. Kredit 2003 yang diberikan naik 22,8 persen menjadi Rp 46,4 triliun dibanding 2002 yang sebesar Rp 37,8 triliun. Komposisi pinjaman kredit itu 44 persen untuk korporasi, 18 persen untuk middle market) dan 39 persen untuk retail market. "Terhadap kasus L/C yang terjadi, BNI telah melakukan penyisihan kerugian 100 persen (Rp 1,3 triliun) sama halnya terhadap semua kasus yang ada. Dampak penyisihan kerugian telah menurunkan laba BNI hingga 80 persen dibanding 2002," kata Sigit. Total aset per Desember 2003 naik 4,6 persen menjadi Rp 132,3 triliun dibanding 2002 Rp 126,5 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih naik 27,4 persen menjadi Rp 2,108 triliun pada tahun 2003 dibanding 2002 yang sebesar Rp 1,655 triliun. Menurut Sigit, naik pendapatan bunga bersih ini salah satunya karena naiknya dana dari masyarakat. Untuk CAR tahun 2003 tercatat sebesar 18,17 persen naik dibanding 2002 sebesar 15,94 persen. Sedangkan NPL sebesar 5,69 persen naik dibanding 2002 yang sebesar 5,06 persen. Sementara LDR 2003 sebesar 44,09 persen naik dibandingkan tahun 2002 yang sebesar 38,96 persen. Obligasi pemerintah tahun 2003 turun 14,6 persen menjadi Rp 40,3 triliun dibnading tahun 2002 sebesar Rp 47,2 triliun. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads