Aksi Beli Selektif Mulai Ramaikan IHSG

Rekomendasi Saham

Aksi Beli Selektif Mulai Ramaikan IHSG

- detikFinance
Senin, 24 Jan 2011 07:42 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu terpuruk cukup dalam dan akhirnya harus berakhir di level 3.300. Tingginya inflasi yang dikhawatirkan bisa memicu kenaikan suku bunga membuat investor memilih untuk 'menyingkir' sementara waktu.

IHSG bahkan sama sekali tak sempat bergerak menguat sepanjang pekan lalu. Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

  • Senin (17/1/2011), IHSG melemah 33,413 poin (0,94%) ke level 3.535,731.
  • Selasa (18/1/2011), IHSG naik 12,918 poin (0,36%) ke level 3.548,649.
  • Rabu (19/1/2011), IHSG melemah 14,36 poin (0,40%) ke level 3.534,284.
  • Kamis (20/1/2011), IHSG anjlok 80,166 poin (2,27%) ke level 3.454,118.
  • Jumat (21/1/2011), IHSG jatuh 74,575 poin (2,16%) ke level 3.379,543.

"Kondisi makroekonomi Indonesia yang dirasa belum ada kepastian membuat investor untuk sementara meninggalkan aset-aset berisiko dan mengalihkan ke instrumen lain atau berupa cash.Β  IHSG menjadi bursa kedua yang mengalami penurunan terbesar di Asia Pasifik setelah bursa saham Bangladesh (-8,49%)," ujar Reza Priyambada Managing Research Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah merosot tajam sepanjang pekan lalu, investor diprediksi akan mulai mencari saham-saham yang sudah terdiskon besar. Momentum penguatan bursa-bursa global akan dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi beli selektif. IHSG pada perdagangan Senin (24/1/2011) diprediksi akan menguat terbatas.

Bursa Wall Street pada Jumat (21/1/2011) akhir pekan lalu juga sudah rebound, dengan indeks Dow Jones naik 49,04 poin (0,41%) ke level 11.871,84. Indeks Standard &Β  Poor's 500 naik tipis 3,09 poin (0,24%) ke level 1.283,35. Indeks Komposit Nasdaq menguat 14,75 poin (0,55%) ke level 2.689,54.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Senin ini dengan menguat. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 44,08 poin (0,43%) ke level 10.318,60.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Indosurya Securities:

Pada perdagangan Senin (24/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.237-3.308 dan resistance 3.452-3.524. Candle membentuk hammer yang umumnya mengindikasikan mulai berkurangnya kekuatan daya jual untuk menekan harga dan kekuatan daya beli menahan dan berusaha mendorong harga ke atas. MACD terlihat masih melemah dengan histogram negatif yang masih memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic telah menyentuh area oversold dan terlihat upaya untuk reversal. Belum adanya sentimen positif yang signifikan untuk membawa IHSG berbalik arah menuju area positif membuat IHSG masih rawan koreksi. Kalaupun naik, hanya bersifat technical rebound dimana pasar memanfaatkan penurunan harga untuk kembali mulai mengakumulasi saham-saham pilihan yang telah terdiskon banyak. Selain itu, mungkin pasar akan lebih bersifat short term trading.

Finan Corpindo Nusa:


IHSG kembali terkoreksi signifikan dan ditutup di bawah level 3.400 akibat aksi jual di semua sektor dengan saham-saham perkebunan, consumer goods dan pertambangan membukukan penurunan terbesar. Sementara itu asing juga membukukan net selling sebesar Rp 1,04 triliun. Mayoritas bursa Asia juga terkoreksi akibat kecemasan bahwa Bank Sentral China akan menaikkan suku bunga untuk mencegah overheating perekonomian dan menahan laju inflasi. Untuk Senin IHSG diperkirakan bergerak dengan support 3.310 dan resistance 3.450.

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup turun 74 point (-2.16%) ke level 3,379.54 setelah sempat terkoreksi 109 point pada sesi I menyusul penjualan ETF EIDO, yang mengacu pada MSCI, secara massive di AS. Asing pada hari ini tercatat melakukan Net Sell sebesar Rp 1 triliun pada pasar reguler dengan sektor yang paling dominan adalah CoalMining dan Banking. Penurunan yang terjadi pada hari ini terlihat masih di dalam Golden Area dimana area itu sendiri berada diantara 3,280-3,600. Sementara untuk hari Senin diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 3,313-3,471 dengan masih dipengaruhi sentimen asing dalam melihat perkembangan kondisi ekonomi dan moneter Indonesia. Saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. UNVR, PTBA, dan BBCA.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads