BNI Haircut Utang Rp 2 Triliun
Selasa, 04 Mei 2004 15:30 WIB
Jakarta - PT Bank BNI Tbk akan melakukan pemotongan utang (haircut) terhadap tagihan yang telah masuk dalam piutang hapus tagih senilai Rp 2 triliun. Pemotongan utang ini dilakukan karena utang tersebut terjadi saat krisis sehingga akibat selisih kurs yang membengkak, utang melonjak beberapa kali lipat.Demikian diungkapkan Direktur BNI, Bien Soebiantoro, dalam jumpa pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa (4/5/2004).Bien menjelaskan, angka sebesar Rp 2 triliun itu merupakan bagian dari kredit yang telah dihapusbukukan senilai Rp 12,9 triliun. Nilai tersebut didasari hitungan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), di antaranya kredit macet yang terjadi sejak BNI berdiri.Ditambahkan, haircut untuk kredit senilai Rp 2 triliun tersebut besarnya tergantung nilai agunannya. Jika agunannya rendah, maka haircut-nya bisa besar. "Tapi belum ditetapkan berapa besarnya. Bisa 15, 20 atau 25 persen karena tergantung agunan," ungkapnya.Jumlah kredit macet sebesar Rp 2 triliun itu terjadi karena sebagian besar berlangsung pada saat krisis ekonomi, dimana selisih kurs yang tinggi membuat nilai agunannya menyusut.Menurut Bien, untuk pelaksanaan haircut, BNI telah berkonsultasi dengan Dirjen Piutang dan Lelang Negara. Namun hingga kini belum ada kesepakatan karena masih akan ditunjuk penilai (appraisal) independen untuk menentukan nilai besarnya agunan dari masing-masing kreditur.Ia menyebutkan, dari total krdit yang telah dihapusbukukan, tingkat pengembalian (recovery rate) sebesar 24,5 persen, dimana dari total kredit macet yang dihapusbukukan sebesar Rp 12,9 triliun, sebagian besar berupa kredit korporasi senilai Rp 8,4 triliun.
(ani/)











































