Bank Mandiri Senang BI Minta Jatah Dividen Dikurangi

Bank Mandiri Senang BI Minta Jatah Dividen Dikurangi

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 24 Jan 2011 18:17 WIB
Bank Mandiri Senang BI Minta Jatah Dividen Dikurangi
Jakarta -

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyambut positif pengurangan dividen yang disetorkan ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti diungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution. Selama pengurangan nilai dividen digunakan untuk memperkuat ekspansi, perseroan akan mendukung.

Hal ini disampaikan Direktur Commercial and Business Banking BMRI, Sunarso usai penandatanganan fasilitas kredit BMRI dengan anak usaha PT Semen Tonasa di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Senin (24/1/2011).

"Setuju jika memperkuat ekspansi, pasti kita tanggapi positif. Kedua, selama terjadi penurunan ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko)," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun segala keputusan, menjadi kewenangan dari pemegang saham. Setiap bank-bank BUMN pun memiliki acuan tersendiri dalam menyetorkan dividen ke pemegang saham.

Memang Darmin pekan lalu menyampakan bahwa pembagian dividen bagi bank-bank BUMN perlu dikaji ulang. Karena lebih penting menjaga rasio Kecukupan Modal (CAR) dari pada penarikan dividen.

Menurutnya, ketika pertumbuhan kredit mencapai 20-22% maka permodalan haruslah diperhatikan. Jika bank hanya memperhatikan pertumbuhan organik saja, maka CAR dapat anjlok.

"Hanya dalam hitungan beberapa tahun, modal harus diperhatikan karena jika hanya tumbuh organik maka CAR akan terbatas," tutur Darmin.

Atas ucapan Darmin, anggota Dewan pun ikut angkat suara. Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis menyebut, ucapan Darmin terkait penyesuaian dividen bagi perbankan BUMN tidaklah etis.

"Sebenarnya tidak etis Gubernur BI bicara dividen bank BUMN karena itu di luar kewenangannya dan bahkan dapat dianggap semacam intervensi. Kalaupun ada concern tertentu yang terkait dengan kebijakan moneter, sebaiknya hal ini dibicarakan secara konsultatif saja dengan pemerintah," papar Harry.

Dividen bank BUMN menjadi sebuah bagian dari target penerimaan negara di APBN. Artinya, bank sentral dianggap dapat mempengaruhi kewenangan penentuan UU APBN yang itu masuk kedalam wilayah politik anggaran.

Ia menerangkan, angka inflasi kemungkinan besar akan kembali naik. Hal ini menjadikan suku bunga perbankan meningkat. Namun Bank Mandiri mengaku belum meningkatkan suku bunga kreditnya. Perseroan menunggu kebijakan dari bank sentral (Bank Indonesia).

"Belum ada penyesuaian. Siapa yang minta? Pasar kan. Sudah terjadi belum? Belum, ya kita akan tunggu. Kita pasti akan lakukan respon. Yield kita saat ini 11%," paparnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads