Sesi I Perdagangan
Indeks Turun Tajam 21,468 Poin
Rabu, 05 Mei 2004 12:20 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi satu Rabu (5/5/2004) kembali anjlok 21,468 poin pada level 758,135. Investor khawatir pada kondisi keamanan dengan munculnya teror bom di Pekanbaru dimana sebelumnya terjadi kerusuhan di Makassar dan Ambon.Indeks LQ-45 turun 4,139 poin pada level 166,002, JII turun 2,743 poin pada level 127,688, MBX turun 5,733 poin pada level 205,033 dan DBX turun 5,045 poin pada level 173,780.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 7.517 kali pada volume 2,441 juta lot saham senilai Rp 496,9 miliar. Hanya 4 saham yang mengalami kenaikan harga sisanya 113 saham turun dan 271 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser diantaranya: Gudang Garamaturun Rp 650 menjadi Rp 13.400, Astra Internasional turun Rp 250 menjadi Rp 5.800, Bank Danamon turun Rp 125 menjadi Rp 3.175, Bank Mandiri turun Rp 100 menjadi Rp 1.350, Indosat turun Rp 100 menjadi Rp 4.025, Telkom turun Rp 100 menjadi Rp 8.000 dan Bank BCA turun Rp 75 menjadi Rp 3.850.Sementara 4 saham yang alami kenaikan harga adalah: Maskapai Reasuransi Indonesia (MREI) naik Rp 15 menjadi Rp 405, Jaya Pari Steel naik Rp 5 menjadi Rp 345, Jaka Artha Graha naik Rp 5 menjadi Rp 20 dan Asuransi Dayin Mitra naik Rp 5 menjadi Rp 271.Munculnya kembali teror bom membuat investor diliputi kecemasan akan kondisi keamanan di Indonesia. Pasalnya kerusuhan di Makassar dan Ambon belum tuntas ternyata kembali muncul teror baru.Kondisi inilah yang membuat investor melakukan penjualan saham besar-besaran. Selain itu kondisi ekonomi dimana inflasi naik cukup tinggi serta naiknya suku bunga penjaminan BI menambah sentimen negatif ke pasar.Untuk sesi kedua diprediksikan indeks masih akan alami tekanan namun tidak sebesar pada sesi satu.
(san/)











































