Ditegur Bapepam, Mustafa Batal Umumkan Harga Saham Garuda dan Mandiri

Ditegur Bapepam, Mustafa Batal Umumkan Harga Saham Garuda dan Mandiri

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2011 18:25 WIB
Jakarta -

Pengumuman harga saham perdana PT Garuda Indonesia (Persero) dan harga penerbitan saham baru PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) batal dilakukan hari ini. Meski Menteri BUMN, Mustafa Abubakar telah mengetahui pricing saham kedua BUMN ini,Β  namun ia enggan membukanya dengan alasan dilarang Bapepam-LK mengungkapkan kepada publik sebelum mendapat pernyataan efektif.

"Harga rights issue Bank Mandiri dan (IPO) Garuda, dua-duanya keputusannya sudah diambil. Mohon bersabar tunggu 12 jam lagi karena kata Bapepam belum boleh, sebelum lapor ke Bapepam," ungkap Mustafa saat konferensi pers singkat di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (25/1/2011).

Jadwal pengumuman yang awalnya direncanakan hari ini, terpaksa ditunda. Namun, Mustafa pun belum mengetahui pasti kapan dirinya akan memberi keterangan kepada media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besok saya kemana ya? Mungkin setelah dari Raker Angkasa Pura II," ucap Mustafa.

Meski sudah memutuskan harga rights issue BMRI ataupun harga perdana saham Garuda, namun hal ini belum mendapat pernyataan efektif dari Bapepam-LK, seperti lazimnya aturan di pasar modal.

"Besok sudah ada. Mohon maaf sekali, sekarang tidak bisa. Barusan penetapan harga, ternyata tunggu Bapepam. Saya sampaikan permohonan maaf," jelasnya.

"Harga yang diumumkan untuk keduanya pak (right issue BMRI dan IPO Garuda)?" tanya wartawan yang telah lama menunggu.

"Dua-duanya. Baik Garuda atau Mandiri," tegas Mustafa.

Ia pun secara resmi membantah segala kabar di beberapa media nasional, yang menyebutkan harga rights issue Bank Mandiri dan IPO Garuda di level tertentu.

"Kalo ada spekulasi itu tidak benar. Besok. Pelaksanaan semua (listing) masih on schedule," imbuh Mustafa.

Seperti diketahui, Total saham Garuda yang ditawarkan kepada publik adalah berjumlah 9.362.429.500 lembar. Dimana, sebanyak 7.426.691.500 saham baru merupakan saham seri B dan dikeluarkan dari portepel perseroan, degan nilai nominal Rp 500. Sisanya, 1.935.738.000 lembar diambil dari saham seri B dan pada saat listing menjadi milik Bank Mandiri.

Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 36,48% dari total modal ditempatkan dan disetor, dengan target dana berkisar Rp 4-5 triliun. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Khusus untuk Bank Mandiri (BMRI), perseroan akan menerbitkan 2.336.838.591 lembar saham baru harga penawaran di Rp 4.000-6.150 per lembar. Total dana yang akan diraup salah satu bank besar di Indonesia itu berkisar antara Rp 9,3 triliun hingga Rp 14,4 triliun.

Setiap pemegang 8.985 saham lama yang namanya tercatar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 10 Februari 2011, berhak atas 1.000 HMETD. Dan setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru di harga Rp 4.000-6.150.

Untuk melancarkan aksi korporasinya, bank pelat merah itu akan melakukan roadshow ke beberapa negara, seperti Hong Kong, Amerika Serikat, Singapura, dan Inggris.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads