Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp 115 per Saham
Rabu, 05 Mei 2004 15:03 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk membagikan dividen final sebesar Rp 115 per saham atau total Rp 2,37 triliun yang merupakan 50 persen dari laba bersih tahun 2003. Sebelumnya pada November tahun lalu Bank Mandiri telah membagikan dividen interim sebesar Rp 50 per saham sehingga tinggal membagikan sisanya Rp 65 per saham.Demikian diungkapkan Dirut Bank Mandiri ECW Nelloe usai RUPST di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu (5/5/2004).Bank Mandiri per tahun 2003 mencatat laba bersih Rp 4,586 triliun naik dibanding tahun 2002 Rp 3,586 triliun. Dalam RUPS juga disetujui pengunduran diri anggota komisaris Mohammad Syahrial yang digantikan oleh Fransiska Oei. Syahrial mengundurkan diri karena saat ini menjabat sebagai Dirut PPA.Sementara itu Nelloe menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan hair cut sebesar Rp 2 triliun. Hair cut ini merupakan bagian dari utang yang dihapusbukukan Bank Mandiri sebeser Rp 3,3 triliun. Menurut Nelloe dari hair cut Rp 2 triliun ini ada potensi pengembalian Rp 1,63 triliun dimana ini termasuk jumlah nasabah di bawah Rp 5 miliar sebanyak 11 ribu dan nasabah di atas Rp 5 miliar sebanyak 100 nasabah.Dijelaskan pesetujuan write off sudah dilakukan komisaris dengan Dirjen Piutang dan Lelang Negara yang MoU-nya dilakukan pada 11 Februari 2004.Mengenai divestasi lanjutan, Nelloe mengungkapkan pihaknya belum mengetahui berapa persen yang akan dilepas. Sementara jumlah 10 persen hanya berita di media massa."Divestasi itu adalah urusan pemegang saham. Yang jelas DPR belum setuju untuk didivestasi," ujarnya.Pemegang saham harus mematuhi perjanjian dalam lock up sahamnya hingga peride 17 Juni 2004. Dengan kebijaka lock up ini tentunya tidak bisa dilaksanakan dulu divestasi lanjutan. "Divestai baru bisa dilakukan sampai selesai periode 17 Juni 2004," tegasnya. Mengenai penerbitan obligasi, Nelloe mengaku hingga saat ini belum ada rencana untuk mengeluarkan lagi pasalnya perseroan sedang mengkaji kebutuhan dana apakah perlu penerbitan obligasi tahun ini atau tidak. Hal ini sangat tergantug dari cashflow perusahaan dimana Bank Mandiri setiap tahun harus membayar utang jatuh tempo senilai US$ 500 juta.
(san/)











































