BEJ Butuh Dana US$ 650 Ribu Guna Selesaikan Remote Trading

BEJ Butuh Dana US$ 650 Ribu Guna Selesaikan Remote Trading

- detikFinance
Rabu, 05 Mei 2004 15:46 WIB
Jakarta - Bursa Efek Jakarta (BEJ) masih membutuhkan dana sebesar US$ 650 ribu untuk penyelesaian remote trading (perdagangan jarak jauh). Diharapkan paling lambat akhir 2005 semua anggota bursa sudah memakai sistem ini. Demikian diungkapkan Dirut BEJ Erry Firmansyah usai RUPST BEJ di Hotel Grand Melia, Jakarta, Rabu (5/5/2004).Menurut Erry pada September 2004 ini diharapkan tahap pertama dari sistem remote trading sudah bisa digunakan dimana diharapkan ada 20-30 anggota bursa yang bisa mengikutinya. Sedangkan untuk tahap kedua diharapkan bisa menggaet 40-50 anggota bursa yang ikut dalam sistem ini."Karena kalau sekaligus kita takut ada apa-apa. Ini kan teknologi masih bisa salah," ujarnya. BEJ sendiri saat ini sedang menunggu konsultasi IT dari pelaksana remote trading tersebut.Seperti diketahui BEJ telah melakukan remote trading namun karena ada masalah dengan konsultan IT-nya sistem ini tidak bisa diteruskan.Erry juga menegaskan pada tahun 2004 ini pihaknya banyak mengeluarkan investasi hardware dan software selain untuk remote trading yakni mencapai Rp 10 miliar. Dengan banyaknya investasi ini maka laba usaha tahun 2004 hanya Rp 1,3 miliar lebih kecil dibanding 2003 yang sebesar Rp 1,8 miliar.Sementara itu Erry juga menegaskan akan ada 25 perusahaan sekuritas asing yang akan masuk. Namun yang akan masuk dalam waktu dekat sebanyak 2 anggota bursa asing.Dalam RUPST kali ini juga diangkat susunan komisaris baru untuk masa bakti 2004-2007 yang terditri dari: komisaris utama Bacelius Ruru (Sesmenneg BUMN) dan anggota komisaris yakni Kristiono (Dirut Telkom), Fathiah Helmi (notaris), Lily Widjaja (Diretur Merril Lynch) dan Mustofa (Presdir Kim Eng Securities). (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads