Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 9.040 dibandingkan penutupan kemarin di Rp 9.045 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 2,252 poin (0,06%) ke level 3.436,158. Ketidakpastian yang melanda investor membuat indeks bergerak naik-turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menutup perdagangan, Rabu (26/1/2011), IHSG melonjak 67,811 poin (1,97%) ke level 3.501,717. Sementara Indeks LQ 45 naik 15,204 poin (2,52%) ke level 618,419.
Sepanjang perdagangan Sesi II, indeks terus menanjak dan bergerak di teritori positif, tidak seperti di awal perdagangan indeks masih 'labil' memilih antara zona merah dan hijau.
Secara perlahan tapi pasti, investor mulai mengoleksi kembali saham-saham unggulan yang sempat ditinggalkan dalam beberapa perdagangan terakhir.
Hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia menguat, dipimpin oleh sektor finansial, aneka industri dan konsumer. Hanya sektor perkebunan yang menderita penurunan cukup signifikan.
Pada perdagangan Sesi I, indeks sempat menyentuh level terendahnya di 3.414,687. Memasuki perdagangan Sesi II, indeks bisa mendaki ke posisi tertingginya hari ini di tepat penutupan perdagangan.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 124.460 kali pada volume 3,595 miliar lembar saham senilai Rp 5,5 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 100 saham turun dan 81 saham stagnan.
Investor asing mulai kembali menanam modalnya di lantai bursa, transaksi pemodal asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign nett buy) sebanyak Rp 537,135 miliar.
Bursa-bursa regional masih bergerak variatif hingga sore ini, dengan kecenderungan menguat. Hanya bursa Jepang yang tertinggal oleh penguatan bursa Asia lainnya.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melesat 31,31 poin (1,17%) ke level 2.708,74.
- Indeks Hang Seng naik 54,41 poin (0,23%) ke level 23.843,24.
- Indeks Nikkei 225 melemah 62,52 poin (0,60%) ke level 10.401,90.
- Indeks Straits Times melonjak 39,82 poin (1,25%) ke level 3.220,97.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam katagori top losers antara lain Multi Prima (LPIN) turun Rp 625 ke Rp 3.050, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 25.400, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 500 ke Rp 22.350, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 300 ke Rp 12.900. (ang/dnl)











































