Bank Mandiri Yakin Serap Rp 11,68 Triliun dari Rights Issue

Bank Mandiri Yakin Serap Rp 11,68 Triliun dari Rights Issue

Herdaru Purnomo - detikFinance
Rabu, 26 Jan 2011 16:20 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) optimistis meraih dana hingga Rp 11,68 triliun dari pelaksanaan penawaran saham terbatas (rights issue) yang ditetapkan sebesar Rp 5.000. Sementara itu pemerintah akan meraup dana hingga Rp 390 miliar.

Direktur Utama BMRI Zulkifli Zaini mengungkapkan tingkat harga di level Rp 5.000 tersebut berarti discount 9,7% atau 10,7% dari closing price.

"Dan harga tersebut merupakan harga terbaik dalam transaksi sejenis di Asia Pasifik. Mandiri meraih dana hingga Rp11,68 triliun dari pelaksanaan penawaran saham terbatas dan untuk pemerintah sebesar Rp 390 miliar," ujar Zulkifli dalam konferensi persnya di Plaza Mandiri, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMRI melepas 2.336.838.591 saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) bertujuan untuk menjaga rasio kecukupan modal. Menurut Zulkifli hal ini dilakukan dalam rangka mendukung pertumbuhan kredit yang diperkirakan dapat mencapai sebesar 20% secara rata-rata per tahun sampai dengan tahun 2014 sesuai dengan corporate plan.

Zulkifli juga mengatakan, minat investor luar negeri lebih tinggi dari domestik. "Tetapi kita bakal mengutamakan investor domestik," katanya.

Dari hasil roadshow right issue, Zulkifli mengatakan, terdapat 160 pertemuan di 8 kota termasuk di luar negeri, seperti Singapura, Hongkong, Inggris, dan Amerika Serikat. Hasil bookbuilding mencatat, sebagian besar investor ingin memiliki saham Bank Mandiri dalam jangka panjang.

Zulkifli juga mengatakan, minat investor luar negeri lebih tinggi daripada domestik. "Dengan kira-kira komposisi luar negeri 2/3 dan retail 1/3. Permintaannya oversubscribe atau melebihi penawaran," jelasnya.

Rapat Umum BMRI akan menggelar rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 januari 2011, untuk memperoleh persetujuan pemegang saham atas rencana korporasi tersebut.

sesuai dengan prospektus, saham baru dapat diperdagangkan di pasar mulai tanggal 14 Februari 2011. Pasca right issue porsi kepemilikan Negara republik Indonesia akan menjadi 60 persen dari saat ini sebesar 66,73 persen. sementara saham publik akan menjadi 40 persen.

Ditempat yang sama Direktur Finance and Strategy Pahala N Mansury, mengungkapkan dana rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan mendorong pertumbuhan bank. Setelah adanya rights issue maka rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mandiri akan mencapai 15,5-16% hingga akhir tahun 2011.

"CAR kita akan berada di 15,5% bahkan mendekati 16% dan saya rasa cukup untuk pertumbuhan kredit sampai 20% per tahunnya hingga 2014," jelasnya.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads