PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) memperoleh dana US$ 140 juta dari hasil penawaran obligasi bertenor 5 tahun yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Tingkat suku bunga obligasi yang ditawarkan 9,463%, lebih rendah dari tingkat suku bunga yang ditawarkan pada penerbitan obligasi sebelumnya yakni sebesar 11,5%.
"Hal ini memperlihatkan kepercayaan pasar internasional sangat tinggi terhadap BTEL, dibuktikan oleh penawaran obligasi kami sebelumnya yang diperdagangkan dengan harga premium," kata Direktur Layanan Korporat BTEL Rakhmat Junaidi dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (26/1/2011).
Obligasi ini ditawarkan kepada para investor internasional di kawasan Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Hasil dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk membayar utang perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan alokasi investor pada penawaran tersebut terdiri dari 49% investor Asia, 38% Eropa dan 13% Amerika Serikat.
Bakrie Telecom termasuk salah satu pemain termuda di sektor telekomunikasi Indonesia yang berkembang dengan pesat. Perusahaan kini tengah menghadapi persaingan yang jauh lebih besar semenjak tahun 2004, ketika baru memulai penetrasi pasar CDMA secara agresif.










































