Demikian disampaikan Menteri BUMN, Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (26/1/2011).
"Jadi total, Rp 12 triliun untuk (Bank) Mandiri, Rp 4,8 triliun Garuda. Jadi total Rp 16,8 triliun untuk dua aksi," kata Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah telah menetapkan harga IPO Garuda Rp 750 per lembar. Dengan demikian, total dana yang didapat mencapai Rp 4,751 triliun.
Uang ini tidak dinikmati Garuda sendiri. Pasalnya ada hak saham milik Bank Mandiri, dari utang perseroan yang kemudian dikonversi menjadi saham perdana. Saham Garuda milik BMRI sebanyak 1,9 miliar lembar, sedangkan milik BUMN Aviasi sendiri 4,4 miliar lembar.
Dengan demikian jatuh murni Garuda atas saham IPO miliknya, Rp 3,3 triliun, sedangkan untuk BMRI Rp 1,451 triliun. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities. Saham yang dilepas ini sudah termasuk saham PT Bank Mandiri Tbk di Garuda 10%
Right Issue BMRI sendiri, telah ditetapkan pada level Rp 5.000 per lembar. BMRI melepas 2.336.838.591 saham baru melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) bertujuan untuk menjaga rasio kecukupan modal. Dengan demikian dana yang berhasil dikumpulkan perseroan sebanyak Rp 11,68 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri,Β Zulkifli Zaini berucap, right issue ini dilakukan dalam rangka mendukung pertumbuhan kredit yang diperkirakan dapat mencapai sebesar 20% secara rata-rata per tahun sampai dengan tahun 2014 sesuai dengan corporate plan.
Investor domestik mendapat porsi lebih besar dibandingkan asing atas right issue BMRI. Porsinya mencapai 60:40. Ini berarti lokal akan dapat menyerap saham baru BMRI sebanyak Rp 7 triliun, sisanya Rp 4,672 triliun menjadi hak asing.
"Bank Mandiri akan dapat Rp 11,68 triliun. Dan itu harga kondisi yang terbaik dengan memperhatikan kondisi saham. Porsi 60% domestik, dan 40% asing," tutur Mustafa.
Kementerian BUMN sendiri mendapat dana segar Rp 389,5 miliar dari hasil penerbitan saham baru BMRI karena pemerintah berkomitmen untuk tidak menyerap melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED). Saham BMRI yang menjadi hak pemerintah dihargai Rp 5.250 atau lebih tinggi 5% dibandingkan harga right-nya, Rp 5.000.
Menurut Mustafa, penetapan harga right issue BMRI merupakan hal yang memuaskan. Bahkan ini menjadi rekor baru untuk menetapan harga diskon, dibandingkan harga yang beredar di pasar skunder.
"Mandiri memuaskan. Dari harga saham Bank Mandiri diputuskan kemarin Rp 5.000 per lembar. Diskon cetak rekor 9,7%," papar Mustafa.
(wep/ang)











































