Pemerintah Janji Lepas 80% Saham IPO Garuda ke Domestik

Pemerintah Janji Lepas 80% Saham IPO Garuda ke Domestik

- detikFinance
Rabu, 26 Jan 2011 19:30 WIB
Jakarta - Pemerintah kembali menegaskan 80% atau mayoritas porsi alokasi saham PT Garuda Indonesia (Perseroan) akan dijual ke investor domestik di dalam negeri, baik itu institusi maupun ritel.

Demikian disampaikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (26/1/2011).

"Jadi sisanya akan diambil investor asing, kita serahkan ke underwriter," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mustafa mengatakan, penetapan harga saham IPO Garuda Rp 750 per lembar telah memperhatikan kondisi global, termasuk perkembangan bursa saham global, regional, dan nasional.

"Ini yang kita harus antisipasi, agar saham-saham kita menjadi tidak murah," tambah Mustafa.

Sepanjang hasil roadshow yang telah dijalani perseroan, disimpulkan investor global melihat Garuda memiliki prospek yang bagus.

"Story excellent dan prospek bagus untuk yang akan datang. Yang dibutuhkan Garuda adalah modal," ucapnya.

Semula pemerintah menargetkan melepas 30% saham Garuda dalam IPO tersebut. Namun akhirnya penawaran saham publik diturunkan menjadi 26%.

"Saham yang dilepas menjadi 26%. Sisanya sebesar 4% tidak perlu dengan disesuaikan dengan kebutuhan Garuda," tuturnya.

Garuda melepas saham baru sebanyak  6,335 miliar lembar, atau setara dengan 26,67% dari total modal yang ditetapkan. Dengan harga pelaksanaan Rp 750 per lembar maka dana yang dapat Rp 4,751 triliun.

Uang ini tidak dinikmati Garuda sendiri. Pasalnya ada hak saham milik Bank Mandiri, dari utang perseroan yang kemudian dikonversi menjadi saham perdana.

Saham Garuda milik BMRI sebanyak 1,9 miliar lembar, sedangkan milik BUMN Aviasi sendiri 4,4 miliar lembar. Dengan demikian jatuh murni Garuda atas saham IPO miliknya, Rp 3,3 triliun, sedangkan untuk Bank Mandiri Rp 1,451 triliun.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads