Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/2011).
"Dalam hitungan BI, baseline rupiah Rp 9.000/US$, akan membawa inflasi ke bawah. Tapi ada batasan penguatan rupiah karena rupiah yang terlalu menguat akan membuka keran impor yang lebih besar," tutur Hartadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak akan kehilangan daya saing meski rupiah menguat, sepanjang penguatan itu sama dengan negara tetangga lainnya," jelas Hartadi.
Pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat di Rp 9.030 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 9.045 per dolar AS.
(dnl/qom)











































