Demikian disampaikan Presiden Direktur Ancora Resources Dharma Djojonegoro di Jakarta, Kamis (27/1/2011).
Ia menjelaskan, perseroan akan mengakuisisi 51-58% saham PT Raja Kutai Baru Makmur. Selain itu dana right issue juga sebagian digunakan untuk pembangunan amonium nitrat milik anak usahanya, PT Multi Nitrotama Kimia (MNK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mengakuisisi perusahaan batubara sekitar 51-58% saham PT Raja Kutai Baru Makmur, serta bangun pabrik baru yang memproduksi amonium nitrat melalui Multi Nitrotama Kimia (MNK). Dana dari right issue," papar Dharma.
Sedangkan untuk modal kerja diperkirakan mencapai US$ 3 juta. "Kami menunjuk PT Sucorinvest Central Gani sebagai underwriter rights issue, sedangkan standby buyer (pembeli siaga) yakni PT Ancora Resources yang menjadi pemegang saham utama perseroan," ujarnya.
Raja Kutai berlokasi di Kalimatan Timur, dengan produksi batu bara sepanjang 2010 mencapai 75 ribu ton per bulan. Dan pada tahun ini, anak usaha OKAS ini dapat memproduksi 100-150 ribu ton per bulan. Sedangkan MNK, ditargetkan dapat memproduksi hingga akhir tahun mencapai 1,2 juta ton.
Atas rencana right issue ini, perseroan terlebih dahulu akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan pemegang saham.
Untuk pembangunan pabrik baru ammonium nitrat milik MNK, akan menghabiskan dana US$ 20 juta. Sumber dana selain dari right issue, juga di dapat dari kas internal dan pinjaman perbankan.
Pabrik baruΒ ammonium nitrat rencananya akan berkapasitas 100 ribu metrik ton per tahun. Dengan panambahan ini, diperkirakan jumlah produksi bahan peledak untuk tambang ini akan naik hingga 137 ribuΒ metrik ton per tahun.
"Pembangunan rencananya akan selesai pada awal kuartal II 2010, dan bisa mulai beroperasi setelah itu. Kita pastikan juga, dengan pabrik baru maka akan terjadi peningkatan profitabilitas," ungkapΒ Direktur Keuangan Ancora Indonesia Aulia Oemar.
"Selisih antara produksi dengan penjualan AN, akan terpangkas karena pabrik baru kita. Selama ini, sisa AN kita impor dari negara Korea, Chili dan lain-lain," imbuhnya.
(wep/ang)











































