Bank Kustodian Berharap KSEI Tak Rebut Lahan Bisnisnya

Bank Kustodian Berharap KSEI Tak Rebut Lahan Bisnisnya

- detikFinance
Kamis, 06 Mei 2004 14:19 WIB
Jakarta - Pengelola bank kustodian berharap agar Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tidak mengambil ladang bisnis mereka khususnya ladang investor ritel.Bank kustodian sendiri merupakan penyelenggara bagi para investor ritel maupun institusi untuk menyimpan aset portofolio mereka. Sedangkan KSEI merupakan sentral dari kustodian yang menjadi partisipan."Selama ini KSEI bilang tidak akan mengambil bisnis kustodian bank dan kita harapkan juga begitu," kata Vice President/Head of Custody & Clearing HSBC Susiana Suhendra di WTC, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (6/5/2004).Menurut Susiana, bank kustodian memberikan jasa bagi para nasabah maupun investor institusi untuk menyimpan portofolio asetnya. HSBC sendiri sebanyak 90 persen nasabahnya merupakan nasabah institusi asing dimana untuk di Indonesia kustodian bank HSBC memiliki pangsa pasar 60 persen.Mengenai dana kelolaannya Susiana enggan menyebutkan. "Ya puluhan triliun deh," ujarnya.Persiapkan E-SecuritiesPada kesempatan yang sama, Susiana juga menyebutkan sebagai bank kustodian terbesar di Indonesia pihaknya terus melakukan up grade teknologi dimana pada 5 Juli nanti akan ada sistem baru dengan nama E-Sucurities. Program ini memungkinkan investor bisa online melalui internet sehingga dapat mengetahui posisi aset mereka.Selain itu, kustodian Bank HSBC juga sudah membuat program untuk Kustodian Aset Back Securities (Efek Beragunan Aset/EBA). Meskipun di Indonesia produk EBA ini belum ada karena dalam tahap persiapan kustodian Bank HSBC sudah menyiapkannya karena EBA di pasar internasional sudah lama beredar termasuk di Thailand dan Korea sedangkan nasabah dari HSBC sendiri banyak yang dari asing yang kadang memerlukan kustodian untuk EBA.Hingga saat ini sudah ada beberapa pihak yang ingin menggunakan kustodian EBA dari HSBC. "Untuk di Indonesia EBA masuk dalam kontrak investasi kolektif. Jadi EBA milik kami juga disesuaikan dengan program lokal," katanya.Susiana berharap dengan lancarnya Pemilu presiden maka investor asing yang masuk akan bertambah sehingga dapat berdampak positif dalam peningkatan penggunaan kustodian bank di Indonesia.Saat ini ada sekitar 12 bank kustodian di Indonesia dimana sebagian besar pangsa pasarnya dimiliki oleh asing seperti HSBC, Standard Chartered Bank, City Bank, ABN AMRO, Deustche Bank dan lainnya. Sedangkan bank kustodian lokal yang terus tumbuh diantaranya Bank Mandiri dan BCA. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads