Investor Asing Berniat Bangun Pembangkit Listrik di Jabar

Investor Asing Berniat Bangun Pembangkit Listrik di Jabar

- detikFinance
Kamis, 06 Mei 2004 17:40 WIB
Bandung - Sedikitnya 2 perusahaan asing (PMA) berminat menanamkan modalnya di Jawa Barat (Jabar) dengan membangun pembangkit listrik. Investor asing itu melihat peluang kemungkinan terjadinya defisit listrik di Jawa, Bali dan Madura pada 2010. Demikian dikatakan Kepala Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Jabar Murtedjo Sulaksono usai Rapat Koordinasi Investasi Jabar di kantornya Jl. Sumatera Bandung, Kamis (6/5/2004)."Ada perusahaan Swedia yang didukung oleh perbankan Swedia berminat membangun pengolah limbah sampah yang sekaligus juga pembangkit listrik di Leuwigajah Kotif Cimahi. Tinggal menunggu izin gubernur untuk melakukan visibility study dengan biaya sendiri," ujarnya. Dikatakan Murtedjo, rencananya investor itu akan membentuk joint venture dengan perusahaan lokal. Total investasi yang akan ditanamkan perusahaan asal Swedia itu berkisar US$ 35-45 juta. Pabrik pengolahan limbah itu diharapkan mampu menghasilkan listrik sebesar 35-40 MW. Rencananya, pengolahan limbah itu akan dibangun di Leuwigajah sekaligus untuk menangani pengolahan limbah padat yang berasal dari 3 wilayah di Jabar, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kotif Cimahi. "Kapasitas mesinnya mampu mengolah sampah 2-4 ribu meter kubik per harinya," kata Murtedjo. Namun, Murtedjo juga khawatir setelah pabrik dibangun, sampah di 3 kabupaten/kota itu tidak mampu memasok bahan mentahnya. Pasalnya, Kota Bandung hanya memproduksi 1.500 meter kubik, Kotif Cimahi (300) dan Kabupaten Bandung (400) per harinya. Selain Cimahi, lanjut Murtedjo, investor asing juga berniat membangun pembangkit listrik yang digerakkan batu bara di Cirebon. Kota itu dipilih dengan alasan untuk memudahkan pemasokan batu bara dari Sulawesi dan Sumatera sebagai tenaga pengerak turbinnya. "Pokoknya investornya berasal dari luar negeri yang tidak mau disebutkan namanya. Bentuknya nanti joint venture dengan perusahaan lokal. Kira-kira investasinya US$ 175-200 juta," paparnya. (rif/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads