Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur Medco Energi internasional, Darmoyo Doyoatmojo melalui siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta (31/1/2011).
“Pada awalnya, TEL merupakan anak perusahaan Perseroan yang dimiliki penuh serta merupakan pemegang 20% saham hak partisipasi atas Production Sharing Contract (PSC) untuk wilayah kerja Senoro-Toili,” ujar Darmoyo melaui siaran persnya.
Darmoyo mengatakan, bahwa selain TEL, pemegang saham untuk wilayah Senoro-Toili lainnya adalah PT Medco E&P Tomori Sulawesi, dan PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi. Masing-masing perusahaan tersebut memiliki 30% dan 50% hak partisipasi atas Senoro-Toili PSC Blok pada tahun 2000.
“Saat ini wilayah tersebut memproduksi sekitar 1.900 barel minyak per hari dari lapangan minyak Toili, dan saat ini juga memegang 250 MMCFD Perjanjian Jual Beli Gas dengan PT Donggi Senoro LNG, perusahaan yang dimiliki oleh Sulawesi LNG Development (MC 75%, Korea Gas Corporation 25%), serta Pertamina dan Medco Energi,” jelasnya.
Kemudian, lanjutnya, pada wilayah tersebut pihak Pertamina dan Medco Energi melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Energy Services dan PT Medco LNG Indonesia berencana membangun dan mengoperasikan kilang dan fasilitas Liquefied Natural Gas dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun.
"Pekerjaan pengembangan untuk memproduksi gas dari lapangan Senoro akan dimulai segera dengan target produksi mulai pada triwulan kedua tahun 2014," tambah Darmoyo.
Dikatakan olehnya, bahwa pihak Perseroan percaya bahwa masuknya MC (Mitsubishi Corporation) dalam Senoro-Toili PSC block akan mewujudkan sinergi terhadap kegiatan Proyek Pengembangan Gas Senoro, baik dari sisi hulu maupun hilir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(nrs/ang)











































