Menutup perdagangan Senin (31/1/2011), IHSG melemah 78,443 poin (2,25%) ke level 3.409,167. Sementara Indeks LQ 45 turun 16,489 poin (2,69%) ke level 597,854.
"Mengawali pekan ini, IHSG masih bergerak melemah. Investor asing terlihat untuk sementara mengamankan posisinya sambil menunggu dirilisnya data inflasi maupun BI rate dan juga terpengaruh dari kondisi geopolitik global," jelas Reza Priyambada Managing Research Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Wall StreetΒ tadi malam menguat berkat keluarnya laporan keuangan dari ExxonMobil yang sangat baik, sehingga mampu meredam sentimen negatif dari dampak kerusuhan di Mesir.
Pada perdagangan Senin (31/1/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 68,16 poin (0,58%) ke level 11.891,86. Indeks S&P 500 menguat 9,77 poin (0,77%) ke level 1.286,11 dan Nasdaq menguat 13,19 poin (0,49%) ke level 2.700,08.
Bursa Jepang pun langsung ikut menguat. Mengawali perdagangan Selasa, indeks Nikkei-225 dibuka naik 43,63 poin (0,43%) ke level 10.281,55.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada perdagangan hari ini IHSG ditutup melemah 78 point (-2.25%) ke level 3,409.17 menyusul kekhawatiran atas krisis politik yang terjadi di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar Indonesia. Asing tercatat melakukan Net Sell sebesar Rp200 miliar di pasar reguler dengan sektor yang paling banyak keluar Mining dan Banking. Secara teknikal terlihat hari ini IHSG kembali terkena tekanan jual dalam dua hari berturut turut, garis sinyal MACD terlihat berada di titik pemotongan dengan garis MACD. Pada perdagangan besok (1/2) diperkirakan sentimen negatif dari pasar regional masih akan membuat IHSG tertekan sehingga akan bergerak dikisaran 3,372 - 3,471 dengan saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. BUMI, PGAS dan BBRI.
Panin Sekuritas:
Dampak dari sentimen negatif regional menyusul krisis politik di Mesir, serta aksi tunggu investor akan data inflasi Januari menekan IHSG hingga melemah -2,25% ke posisi 3.409,167. Kami melihat tekanan jual masih akan berlanjut pada hari ini. Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi oleh pengumuman inflasi BPS. Kami proyeksikan kisaran support-resistance besok pada 3.360-3.420.
Kresna Sekuritas:
GDP US yang di bawah ekspektasi, dan kekhawatiran inflasi masih mendorong aksi profit taking. Tekanan jual diperkirakan masih dapat berlanjut hari ini dengan rentang pergerakan di kisaran 3,300-3,445 dengan BMRI dan PGAS sebagai saham pilihan.
Indosurya Securities:
Pada perdagangan Selasa (1/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.323-3.366 dan resistance 3.470-3.530. Candle kembali menunjukkan pelemahannya dengan membentuk black candle yang lebih panjang dari sebelumnya. Bila hari ini kembali membentuk black candle maka pola three black crows telah terjadi dan ini bisa menjadi tanda bearish di hari-hari selanjutnya. Akan tetapi, dari candle tersebut terlihat upaya kekuatan daya beli untuk menahan kejatuhan harga dan berusaha untuk mengangkatnya. Penguatan MACD setelah membentuk golden cross tertahan dengan histogram negatif yang kembali memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic tertahan menuju area overbought . IHSG kemungkinan masih akan bergerak mixed dengan kecendrungan melemah. Pasar masih mencerna setiap informasi yang masuk terutama informasi dirilisnya angka inflasi. Bila angka inflasi minimal sesuai dengan target maka pelemahan IHSG setidaknya bisa tertahan. Investor tetap waspada bila sinyal pelemahan kembali mulai masuk. Kondisi bursa saham masih labil.
(qom/qom)











































