"Saya pikir Lotte Shopping Co Ltd masih akan menjadi calon utama selain tiga peritel asing yang juga berminat adalah Shinsigae Co dari Korea Selatan, peritel AS Wal-Mart Stores Inc, dan Casino asal Perancis," jelas Head of Technical Analyst Batavia Prosperindo Securities Billy Budiman kepada detikFinance, Selasa (1/2/2011).
Memang baik Lotte, Shinsigae Co, Wal-Mart, atau Casino masih ngotot dalam penawaran kepemilikan saham pada aset Hypermart. Namun Lotte sudah jauh-jauh hari mengumumkan bahwa pihaknya telah menyediakan dana US$ 1 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi MPPA sendiri, perseroan masih mereorganisasi seluruh unit bisnisnya, agar proses sinergi bisnis pada aset inti yaitu Hypermart, bisa terjadi dengan investor strategis.
"Investor terus melakukan penjajakan dengan Multipolar (pemegang saham mayoritas atas MPPA). Tapi dalam Matahari sendiri, kita lakukan reorganisasi bisnis minoritas," tambah Direktur Corporate Communication MPPA, Danny Kojongian.
Nah, dalam prosesnya peritel global hanya minat bermitra dengan pemilik MPPA saat ini, khusus pada bisnis inti yaitu Hipermarket. Sedangkan, aset non inti MPPA yang lain, seperti Time Zone, Time Bookstore boleh dikatakan tidak.
Maka dari itu MPPA, bersama MLPL memiliki pekerjaan besar yaitu ekspansi bisnis hipermarket (bersama investor strategis) dan divestasi aset non-makanan, atau non-inti lainnya.
"Mereka bicara dengan MLPL. Kalau mau, mereka masuk di bisnis hipermarket. Dengan begitu, aset-aset kecil harus streamline out dari MPPA, seperti Time Zone dan Time Bookstore," tambahnya.
(wep/qom)











































