Dow Jones Tembus Lagi 12.000

Dow Jones Tembus Lagi 12.000

- detikFinance
Rabu, 02 Feb 2011 06:55 WIB
Dow Jones Tembus Lagi 12.000
New York - Saham-saham di bursa Wall Street menguat, membuat indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 berada di titik tertingginya sejak Juni 2008. Indeks Dow Jones bahkan menembus lagi level 12.000.

Penguatan saham-saham terjadi setelah keluarnya laporan keuangan sejumlah perusahaan yang cukup baik dan data manufaktur AS yang melonjak taham.

Pada perdagangan Selasa (1/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat hingga 148,23 poin (1,25%) ke level 12.040,16. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 21,45 poin (1,67%) ke level 1.307,57 dan Nasdaq menguat 51,11 poin (1,89%) ke level 2.751,19.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks S&P 500 untuk pertama kalinya ditutup pada level 1.300 sejak Agustus 2008. Sedangkan indeks Dow Jones untuk pertama kalinya sejak Juni 2008 berhasil menembus level 12.000.

Namun volume perdagangan masih belum terlalu ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange sebesar 8,71 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu.

Saham Baidu yang tercatat di Nasdaq melonjak hingga 9,3% setelah mengumumkan labanya melonjak hingga 3 kali lipat pada kuartal IV-2010.

Analis mengatakan, anjloknya pasar saham pada Jumat dan Senin lalu akhirnya membawa sinyal beli kepada para investor.

"Pasar telah berada pada trend bullish untuk beberapa bulan sekarang. Setiap pergerakan turun dalam 6 bulan terakhir telah membawa kesempatan beli dan mayoritas orang-orang melihat pelemahan pada Jumat sebagai hal yang sama," ujar Michael James dari Wedbush Morgan Securities seperti dikutip dari AFP, Rabu (2/2/2011).

Saham Pfizer Inc melonjak hingga 5,5% ke level US$ 19,22 setelah mengumumkan labanya yang cukup signifikan. Pfizer juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga US$ 5 miliar.

Sementara saham United Parcel Services naik 4,1% ke level US$ 74,59 setelah mengumumkan laba yang juga melonjak tajam, melebihi estimasi.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads