Penguatan saham-saham terjadi setelah keluarnya laporan keuangan sejumlah perusahaan yang cukup baik dan data manufaktur AS yang melonjak taham.
Pada perdagangan Selasa (1/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat hingga 148,23 poin (1,25%) ke level 12.040,16. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 21,45 poin (1,67%) ke level 1.307,57 dan Nasdaq menguat 51,11 poin (1,89%) ke level 2.751,19.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun volume perdagangan masih belum terlalu ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange sebesar 8,71 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu.
Saham Baidu yang tercatat di Nasdaq melonjak hingga 9,3% setelah mengumumkan labanya melonjak hingga 3 kali lipat pada kuartal IV-2010.
Analis mengatakan, anjloknya pasar saham pada Jumat dan Senin lalu akhirnya membawa sinyal beli kepada para investor.
"Pasar telah berada pada trend bullish untuk beberapa bulan sekarang. Setiap pergerakan turun dalam 6 bulan terakhir telah membawa kesempatan beli dan mayoritas orang-orang melihat pelemahan pada Jumat sebagai hal yang sama," ujar Michael James dari Wedbush Morgan Securities seperti dikutip dari AFP, Rabu (2/2/2011).
Saham Pfizer Inc melonjak hingga 5,5% ke level US$ 19,22 setelah mengumumkan labanya yang cukup signifikan. Pfizer juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga US$ 5 miliar.
Sementara saham United Parcel Services naik 4,1% ke level US$ 74,59 setelah mengumumkan laba yang juga melonjak tajam, melebihi estimasi.
(qom/qom)











































