Jual Hypermart, Pendapatan Multipolar Dikhawatirkan Anjlok

Jual Hypermart, Pendapatan Multipolar Dikhawatirkan Anjlok

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 02 Feb 2011 16:48 WIB
Jual Hypermart, Pendapatan Multipolar Dikhawatirkan Anjlok
Jakarta -

Proses divestasi saham pemilik Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), milik PT Multipolar Tbk (MLPL) kepada peritel asing, masih terus berlangsung. Namun pelaku pasar khawatir saat seluruh kepemilikan saham dilepas, sama saja menghilangkan bisnis inti Multipolar. Hingga pada akhirnya pendapatan perseroan akan melorot drastis.

"Jika bisnis inti ini dilepas, pendapatan MLPL otomatis akan menyusut drastis. Itu sebabnya pasar berharap MLPL tidak melego mayoritas kepemilikannya di MPPA," kata Head of Technical Analyst Batavia Prosperindo Securities, Billy Budiman di Jakarta, Rabu (2/2/2011).

Divestasi saham ini, menurut pelaku pasar juga hanya akan membawa keuntungan sesaat (one time gain), seperti disampaikan Kepala Riset PT eTrading Securities Bertrand Reynaldi. Menurutnya, keuntungan jangka pendek diprediksi menjadi concern pemegang saham MPPA, namun hal ini tidak menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan atas perusahaan khususnya pasca divestasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui sepanjang tahun 2010, bisnis ritel dan distribusi menyumbang 93,6% dari total pendapatan konsolidasi Multipolar. Ini setara dengan Rp 6,51 triliun.

Dimana mayoritas pendapatan dari sektor ritel dan distribusi disumbangkan MPPA. Dan 87,4% pendapatan MPPA berasal dari unit bisnis Hypermart. Artinya, segala bentuk pendapatan MLPL masih banyak tergantung bisnis Hypermart.

Billy menambahkan, langkah yang dilakukan MLPL atas penjualan saham MPPA merupakan hal yang lumrah. Apalagi ini bertujuan agar Hypermart bisa dikembangkan dengan lebih baik kedepannya jika ada suntikan modal asing.

Dari kabar terkini Lotte Shopping Co Ltd masih jadi calon terkuat sebagai peritel asing yang masuk dalam kepemilikan aset inti MPPA, yakni Hypermart.

Baik Lotte, Shinsigae Co, Wal-Mart, atau Casino masih ngotot dalam penawaran kepemilikan saham pada aset Hypermart. Namun Lotte sudah jauh-jauh hari mengumumkan bahwa pihaknya telah menyediakan dana US$ 1 miliar.

Keputusan final, kata sumber internal perseroan, ditargetkan PT Multipolar Tbk (MLPL) akan rampung pekan lalu. Buktinya hingga ini PT Multipolar Tbk (MLPL) belum memiliki keputusan apapun.

Manajeman MLPL saat dimintai keterangan, juga belum dapat berkomentar banyak. Pasalnya, proses kajian ulang dari Merrill Lycnh masih terus berlangsung.

"Merrill masih mengkaji secara menyeluruh proposal dari peritel global tersebut. Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut segera setelah pihak Merrill menyelesaikan kajiannya," ucap Corporate Secretary MLPL, Chrysologus Sinulingga.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads