Menurut Direktur Utama Adira, Stanley Setia Atmadja pencapaian laba hampir Rp 1,5 triliun karena meningkatnya pembiayaan baru kendaraan hingga 78%. Dimana sepanjang tahun 2010, total pembiayaan baru mencapai Rp 25,9 triliun. Bandingkan dengan periode 2009 yang hanya Rp 14,5 triliun.
"Seiring dengan peningkatan pembiayaan baru ini, maka jumlah piutang yang dikelola Adira Dinamika Multi Finance tumbuh dan mencapai Rp 29,1 triliun per Desember 2010," jelasnya dalam keterangan tertulisnya kepada detikFinance, Jumat (4/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas pencapaian pembiayaan baru tersebut, Adira Finance mampu mengangkat kinerja keuangannya sepanjang tahun lalu. Dimana pendapatan operasional perseroan naik 24% dari tahun 2009 Rp 2,7 triliun menjadi Rp 3,4 triliun di 2010. Dengan laba bersih mencapai Rp 1,468 triliun, meningkat 21% dibandingkan periode sebelumnya, Rp 1,212 triliun.
Pembiayaan motor perseroan naik signifikan, 54% menjadi 1,6 juta unit di tahun 2010. Dengan porsi pembiayaan motor baru mencapai 71%, dan sisaya 29% motor bekas.
Sedangkan total pembiayaan mobil pada periode lalu naik 86% menjadi 76 ribu unit, dari sebelumnya 41 ribu unit. "Kami melanjutkan strategi dalam membangun awereness publik terhadap Adira sebagai penyedia pembiayaan mobil di Indonesia. Karenanya pangsa pasar mobil kami tumbuh menjadi 5,2% di 2010, dibandingkan dengan 3,9% di tahun 2009," paparnya.
(wep/qom)











































