KSEI Tuntut Bank Kustodian Efisiensikan Fee untuk Nasabah

KSEI Tuntut Bank Kustodian Efisiensikan Fee untuk Nasabah

- detikFinance
Senin, 10 Mei 2004 10:48 WIB
Jakarta - Para pengelola Bank Kustodian dituntut untuk lebih efisien dalam memberikan fee kepada nasabahnya. Hal ini sebagai dampak makin efisiensinya layanan dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)."Selama ini KSEI sudah memberikan pelayanan yang efisien untuk kepentingan pemegang rekening yang membuat biaya untuk kustodian menjadi lebih murah. Namun demikian, layanan KSEI itu akan memberikan pressure kepada Bank Kustodian untuk lebih efisien dalam hal fee," kata Dirut KSEI Benny Haryanto di Jakarta, Senin, (10/5/2004).Menurut Benny, pada saat pelaksanaan perdagangan saham belum scriptless Bank Kustodian harus melakukan stamping terus menerus dan mereka membutuhkan ruang, tempat dan orang untuk mengantar, sehingga fee untuk proses transaksi dan penyimpanan menjadi mahal.Namun, dengan adanya efisiensi seperti scriptless trading tidak ada lagi proses stamping karena semuanya sudah elektronik. "Untuk proses registrasi KSEI mengenakan biaya Rp 20.000. Itu sudah transparan, dan kalau misalnya Bank Kustodian memberikan fee 20-50 dolar AS, marginnya besar sekali. Saya minta turun karena biaya penyimpanan yang dulunya ada sekarang tidak ada," kata Benny.Saat ini, lanjut dia, KSEI memberikan biaya 0,05 persen kepada nasabah untuk biaya penyimpanan portofolio. Kondisi ini nanti akan dilihat oleh investor. "Mereka (investor), akan menanyakan mengapa KSEI saja biayanya 0,05 persen, sementara Bank Kustodian memberikan charge jauh di atas KSEI sehingga pressure itu pasti ada dari nasabahnya dan menuntut Bank Kustodian agar lebih efisien. Namun saya tidak mau berpolemik seolah-olah KSEI mau mengambil ladang bisnis dari Bank Kustodian," kata Benny.Yang jelas, lanjut dia, dengan strategi yang ada di KSEI menuntut Bank Kustodian juga lebih efisien dalam hal pelayanan kepada nasabah.Benny juga membantah bahwa pihaknya bersaing dengan Bank Kustodian untuk mendapatkan nasabah. "Kami tidak bisa bersaing langsung. Ibaratnya kami ini seperti BI tidak bisa memberikan layanan di jalanan kepada individual investor. Kami hanya sebagai komplementer dan pusat sentralisasi kustodian," paparnya.Benny lalu menegaskan, dengan adanya efisiensi yang diberikan KSEI telah memberikan manfaat kepada Bank Kustodian seperti adanya e-monitoring, dimana hal ini mempermudah pekerjaan Bank Kustodian yang tadinya harus secara paper tiap bulan sekarang sudah bisa harian. Hal itu juga tanpa dikenai biaya.Menurutnya, KSEI hanya bisa melayani nasabah yang mempunyai rekening seperti anggota bursa atau Bank Kustodian, namun tidak tertutup kemungkinan KSEI akan melirik nasabah ritel. Apalagi jika perlindungan dan pengamanan terhadap nasabah ritel tidak ada. Nantinya nasabah ritel bisa menunjuk pada wali amanat karena broker tidak bisa menjadi anggota kustodian. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads