"Penguatan IHSG selama pekan lalu didorong oleh sentimen kenaikan suku bunga BI, dalam hal ini investor asing sangat berharap dan percayaΒ Bank Indonesia (BI) akan menaikan suku bunga. Investor asing menilai tingginya inflasi di Indonesia harus diimbangi dengan kenaikan suku bunga agar nilai investasi mereka di indonesia tidak tergerus (negative carry)," jelas Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam reviewnya, Senin (7/2/2011).
Hingga akhirnya jumat lalu Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,75% dan mendorong Indeks naik cukup signifikan sebesar 0,44% yang dipicu oleh aksi beli broker asing terhadap saham-saham bluechips seperti PT Telkom (TLKM), PT Bank Mandiri (BMRI) PT Adaro Energy (ADRO) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investor khawatir kenaikan BI rate akan mendorong kenaikan bunga kredit dan memicu meningkatnya undisbursed loan Β perbankan dan mempengaruhi laba perbankan," katanya.
Selain itu, tambah Fikri, kenaikan suku bunga dipercaya juga akan mempengaruhi sektor properti. Dimana kenaikan BI rate dikhawatirkan akan mendorong naiknya bunga KPR, dan berdampak terhadap turunnya daya beli masyarakat terhadap properti. Pada akhirnya kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak terhadap turunya laba emiten di sektor properti.
Diluar sentimen BI rate tersebut kenaikan IHSG juga dipicu oleh sentimen dari Amerika dimana dikabarkan bahwa tingkat pengangguran AS yang secara tidak terduga turun diluar prediksi analis, serta realisasi kinerja emiten Amerika untuk tahun 2010 yang ternyata mampu melampaui prediksi para analis.
"Kondisi tersebut pada akhirnya mendorong mayoritas saham di bursa AS ditutup menguat, bahkan berhasil mengantarkan indeks Standard & Poor's 500 naik ke level tertingginya sejak Juni 2008," ujarnya,
Untuk pekan ini, Fikri memprediksi IHSG masih akan bergerak fluktuatif, dimana Investor masih bersikap hati-hati yang dipicu oleh sentimen meluasnya kerusuhan mesir ke negara di semenanjung arab lainnya. Tanda-tanda tersebut terlihat dimana Yaman mulai bergejolak, Investor khawatir apabila kerusuhan di Mesir tidak dihentikan maka akan memicu terjadinya hal yang serupa di semenanjung arab lainnya, dimana akan berdampak terhadap naiknya harga minyak dan meningkatnya biaya operasional perusahaan.
"Namun demikian dana investor yang berbondong-bondong keluar dari Mesir dipercaya akan mencari pasar investasi yang baru di Asia maupun Eropa, dan besar kemungkinan dana tersebut akan masuk ke Indonesia sehingga mendorong penguatan pasar modal Indonesia. IHSG pada pekan ini diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat, dimana IHSG akan mencoba menembus resisten 3520 dan apabila level tersebut berhasil ditembus maka IHSG dipercaya akan melaju kelevel 3600," urainya.
NB: review tidak mencerminkan pandangan institusi
(qom/qom)











































