Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup melemah 8 poin atas aksi profit taking di tengah transaksi yang sangat minim.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.970 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 8.990 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 12,290 poin (0,35%) ke level 3.508,459. Indeks kembali menembus level 3.500 bersamaan dengan rupiah yang terus menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (7/4/2011), IHSG melemah tipis 8,462 poin (0,25%) ke level 3.487,707. Sementara Indeks LQ 45 turun 0,332 poin (0,06%) ke level 615,868.
Di awal perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertingginya di 3.521,633 sebelum akhirnya terkena aksi profit taking dan meluncur tajam ke zona merah. Posisi terendahnya hari ini sempat menyentuh level 3.476,680.
Meski sempat menguat di penutupan perdagangan Sesi I, aksi ambil untung terus berlanjut di perdagangan Sesi II di tengah volume perdagangan yang tipis.
Mayoritas sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, pelemahan terbesar diderita oleh sektor komoditas dan properti. Sementara sektor aneka industri, finansial dan perdagangan menjadi penopang kejatuhan bursa tidak terlalu dalam.
Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 68.564 kali pada volume 2,184 miliar lembar saham senilai Rp 3,493 triliun. Sebanyak 76 saham naik, 144 saham turun dan 81 saham stagnan.
Investor asing kembali melakukan transaksi penjualan bersih (foreign nett sell) tipis sebesar Rp 80,471 miliar di seluruh pasar.
Bursa regional masih bergerak mixed di sore ini, padahal pagi tadi sempat menguat secara signifikan. Hanya bursa Jepang yang mampu mencetak penguatan.
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Hang Seng anjlok 355,37 poin (1,49%) ke level 23.553,59.
- Indeks Nikkei 225 menguat 48,52 poin (0,46%) ke level 10.592,04.
- Indeks Straits Times turun 15,20 poin (0,47%) ke level 3.195,92.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 4.050 ke Rp 272.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 800 ke Rp 49.500, United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 23.050, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 250 ke Rp 10.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam katagori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 46.650, Adira Multifinance (ADMF) turun Rp 650 ke Rp 11.350, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 36.200, dan London Sumatera (LSIP) turun Rp 400 ke Rp 11.400.











































