Tambang Ilegal Hambat Produksi PT Timah

Tambang Ilegal Hambat Produksi PT Timah

- detikFinance
Senin, 07 Feb 2011 17:28 WIB
Jakarta - Masih banyaknya tambang ilegal yang belum ditertibkan ditambah dengan keberadaan kolektor yang menjual timah tanpa landasan hukum, memberikan dampak kepada penurunan produksi PT Timah Tbk di 2010 lalu.

Direktur Utama Timah Wachid Usman mengatakan sepanjang 2010 lalu produksi timah perseroan mengalami penurunan 4.673 ton.

"Produksi pada tahun 2010 PT Timah adalah sebesar 40.413 ton. Ini ada penurunan sebesar 4.673 ton dibandingkan dengan produksi timah 2009 sebesar 45.086 ton," kata Wachid saat rapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wachid menjelaskan terjadinya penurunan produksi tersebut diakibatkan masih banyaknya kegiatan pertambangan ilegal yang belum dapat ditertibkan, ditambah lagi munculnya kerusakan lingkungan yang semakin parah. Kerusakan terjadi terutama di kawasan hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi.

"Selain itu, masih adanya kolektor yang memperdagangnkan bijih timah tanpa landasan hukum masih terus beroperasi, dan semakin agresif ketika harga timah terus bergerak naik," lanjutnya.

Ia mengatakan persaingan tidak sehat dengan adanya kolektor menyebabkan biaya operasi menjadi meningkat, terutama untuk pengamanan tingkat operasi produksi.

"Kapasitas produksi kita tetap 60 ribu ton. Ini sekarang masih ketergantungan kepada mitra usaha terutama tambang skala kecil. Jadi untuk mencapai kapasitas optimum, masih banyak sekali kendala yang harus dihadapi," kata Wachid.

Wachid kemudian mengatakan, demi meningkatkan produksi, PT Timah berencana melakukan beberapa program pengembangan usaha di tahun ini.

"Kami akan menggantikan kapal-kapal tua untuk mengembangkan produksi hilir. Selain itu, kita juga berusaha untuk lakukan pembukaan tambang skala besar demi mengurangi ketergantungan pada mitra usaha," tutur Wachid.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads