Direktur Utama Timah Wachid Usman mengatakan sepanjang 2010 lalu produksi timah perseroan mengalami penurunan 4.673 ton.
"Produksi pada tahun 2010 PT Timah adalah sebesar 40.413 ton. Ini ada penurunan sebesar 4.673 ton dibandingkan dengan produksi timah 2009 sebesar 45.086 ton," kata Wachid saat rapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, masih adanya kolektor yang memperdagangnkan bijih timah tanpa landasan hukum masih terus beroperasi, dan semakin agresif ketika harga timah terus bergerak naik," lanjutnya.
Ia mengatakan persaingan tidak sehat dengan adanya kolektor menyebabkan biaya operasi menjadi meningkat, terutama untuk pengamanan tingkat operasi produksi.
"Kapasitas produksi kita tetap 60 ribu ton. Ini sekarang masih ketergantungan kepada mitra usaha terutama tambang skala kecil. Jadi untuk mencapai kapasitas optimum, masih banyak sekali kendala yang harus dihadapi," kata Wachid.
Wachid kemudian mengatakan, demi meningkatkan produksi, PT Timah berencana melakukan beberapa program pengembangan usaha di tahun ini.
"Kami akan menggantikan kapal-kapal tua untuk mengembangkan produksi hilir. Selain itu, kita juga berusaha untuk lakukan pembukaan tambang skala besar demi mengurangi ketergantungan pada mitra usaha," tutur Wachid.
(nrs/dnl)











































