IHSG Terpuruk 36,419 Poin

Terbesar Pasca Bom Bali

IHSG Terpuruk 36,419 Poin

- detikFinance
Senin, 10 Mei 2004 16:34 WIB
Jakarta - Sepanjang perdagangan hari ini, Senin (10/5/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) terus terpuruk dengan penurunan yang sangat tajam hingga akhirnya ditutup 36,419 poin atau turun 4,89 persen pada level 707,218. Anjloknya indeks akibat imbas melemahnya nilai tukar rupiah dan penurunan bursa regional.Menurut catatan detikcom, penurunan indeks tersebut terbesar kedua setelah meletusnya bom Bali, 12 Oktober 2002 lalu. Ketika itu, indeks sempat anjlok hingga 38,991 poin dan saat itu ditutup di level 337,475.Sedangkan indeks LQ-45 turun 7,866 poin pada level 153,244, Jakarta Islamic Index (JII) turun 6,352 poin pada level 115,810, Indeks Papan Utama (MBX) turun 10,106 pada level 192,330 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 7,913 poin pada level 160,304.Perdagangan di pasar reguler berjalan sangat ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 15.008 kali pada volume 3.604.819 lot saham senilai Rp 1,003 triliun. Hanya 8 saham yang mencatat kenaikan harga, 153 saham mengalami penurunan harga dan 228 saham lainnya tidak berubah alias stagnan.Di jajaran top loser, saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar di antaranya Telkom (TLKM) turun Rp 400 menjadi Rp 7.250, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 menjadi Rp 13.000, Indosat (ISAT) turun Rp 250 menjadi Rp 3.625, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 225 menjadi Rp 2.800.Kemudian, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 menjadi Rp 1.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 150 menjadi Rp 5.400, Bank BCA (BBCA) turun Rp 125 menjadi Rp 3.750, Bank BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 1.575 dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 100 menjadi Rp 4.800.Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga di jajaran top gainer antara lain Bimantara (BMTR) naik Rp 150 menjadi Rp 3.400, Pelayaran Tempuran Emas (TMAS) naik Rp 100 menjadi Rp 725, Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 75 menjadi Rp 1.475, Bhakti Investama (BHIT) naik Rp 10 menjadi Rp 345 dan Asuransi Bintang (ASBI) naik Rp 10 menjadi Rp 360.Penurunan indeks yang sangat tajam pada penutupan perdagangan hari ini, menurut Achmad Amir, analis dari DBS Vickers Securities, terutama sebagai dampak melemahnya rupiah terhadap dolar AS dan penurunan bursa-bursa regional.Kondisi ini membuat investor melakukan aksi jual yang cukup besar, baik terhadap saham unggulan maupun lapis kedua. Penurunan indeks regional, selain dipicu karena kondisi keamanan global juga terkait rencana bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang akan menaikkan tingkat suku bunganya.Namun demikian, ia menilai penurunan tersebut terlalu berlebihan karena sebenarnya fundamental ekonomi Indonesia relatif tidak berubah dan masih cukup baik.Achmad juga menilai jika kondisi seperti ini terus berlangsung maka indeks bisa berada di bawah level 700 pada pekan ini. Namun analis dari Ciptadana Sekuritas Eddie Widjojo menyebutkan, penurunan indeks akan tertahan di level terendah 700. Pasalnya, pada akhir pekan indeks masih berpeluang rebound.Sedangkan nilai tukar rupiah hingga pukul 16.00 WIB berada di level Rp 8.940 per dolar AS atau turun 206 poin. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads