Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono mengatakan penguatan rupiah masih dimungkinkan sepanjang tak mengganggu daya saing ekspor barang-barang dalam negeri.
"Penguatan rupiah masih dimungkinkan sepanjang dilakukan searah dan sebesar penguatan mata uang negara kompetitor dagang, sehingga tidak mengganggu daya saing ekspor," jelas Hartadi kepada detikFinance, Senin (7/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hartadi mengatakan penguatan rupiah diharapkan dapat meminimalisir tekanan inflasi dari luar atau imported inflation.
"Seperti diketahui tekanan inflasi ke depan sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditi global seperti bahan pangan dan crude oil. Oleh karena itu penguatan rupiah dapat membantu meringankan imported inflation," jelas Hartadi.
Dalam kesempatan tersebut, Hartadi juga mengatakan tahun ini memang ada kekhawatiran tekanan inflasi lebih besar akibat kenaikan harga komoditi dunia baik pangan dan juga energi khususnya minyak mentah. Karena itu penguatan rupiah bisa dilakukan untuk mengendalikan laju inflasi tersebut.
(dru/dnl)











































