Demikian disampaikan Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya, dalam rilis yang diterima detikFinance di Jakarta, Senin (7/2/2011).
Pencapaian laba ini dihasilkan dari pertumbuhan atas pendapatan LPKR sebesar Rp 3,125 triliun. Pendapatan didukung oleh pertumbuhan ekonomi, penjualan perumahan dan kota mandiri yang tinggi, serta raihan atas divisi healthcare, dan produktivitas yang lebih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh divisi bisnis perseroan mencatat pertumbuhan yang baik sepanjang tahun lalu. Divisi bisnis residential kota mandiri meraih pendapatan Rp 1,28 triliun, naik 18% dibandingkan tahun 2009, Rp 1,087 triliun.
Untuk pendapatan divisi Hospitals meningkat sebesar 16% menjadi Rp1,037 triliun dan bisnis Commercial mencatat peningkatan pendapatan sebesar 14% menjadi Rp 354 miliar.
"Penghasilan bisnis aset manajemen melonjak 67% menjadi Rp 454 miliar yang berasal dari fee yang diterima karena membantu penjualan aset Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) dan aset ritel lainnya, dan dari penjualan aset Siloam Hospitals Lippo Cikarang kepada First REIT," ungkapnya.
Ketut menambahkan, perseroan sangat berharap untuk dapat lebih mendorong strategi pertumbuhan kami dalam rangka mengubah LPKR dari suatu grup properti dengan nilai US$ 3 miliar menjadi US$ 8 miliar.
LPKR juga berencana membagikan dividen sebesar Rp 150 miliar atau Rp 8,65per lembar. Dividen merupakan payout ratio sebesar 28,6%, atau setara yield 1,6%.
Dividen interim sebesar Rp 50 miliar telah dibayarkan pada bulan Desember 2010, sedangkan dividen tahunan akan dibayarkan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham.
(wep/ang)











































