Pada perdagangan awal pekan, Senin (7/4/2011), IHSG melemah tipis 8,462 poin (0,25%) ke level 3.487,707. Sementara Indeks LQ 45 turun 0,332 poin (0,06%) ke level 615,868.
"Kemarin IHSG melemah seiring dengan penurunan volume total transaksi. IHSG sebenarnya mendapat berbagai sentimen positif. Setelah BI rate naik ke level 6,75%, data PDB RI yang dirilis kemarin juga positif. Tetapi, data positif ini tidak mampu mengangkat IHSG hingga akhir sesi," ujar Reza Priyambada Managing Research Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelemahan IHSG kemarin lebih disebabkan adanya profit taking setelah menguat karena kenaikan BI rate. Beberapa laporan keuangan emiten yang mulai dirilis diharapkan bisa mengangkat IHSG," demikian rekomendasi dari eTrading Securities.
Bursa Wall Street kemarin menguat berkat munculnya aktivitas merger dan akuisisi. Indeks Dow Jones dan S&P kembali mencapai titik tertingginya dalam 2,5 tahun terakhir.
Pada perdagangan Senin (7/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 69,40 poin (0,57%) ke level 12.161,55. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 8,18 poin (0,62%) ke level 1.319,05 dan Nasdaq menguat 14,69 poin (0,53%) ke level 2.783,99.
Bursa Jepang juga langsung menguat pada awal perdagangan Selasa ini. Pagi ini, indeks Nikkei-225 terpantau naik 47,72 poin (0,45%) ke level 10.639,76.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada perdagangan hari ini (7/2) IHSG bergerak mixed dan ditutup turun 8 point (-0.25%) ke level 3,487.70 dengan nilai transaksi sebesar Rp3.4 triliun, masih dibawah rata - rata harian sebesar Rp6 triliun. Asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp93 miliar dimana sektor yang banyak dilepas adalah mining dan cement. Secara teknikal terlihat indeks hari ini sudah menembus garis middle bond-nya meskipun dengan volume transaksi yang masih dibawah rata - rata menunjukkan IHSG masih berada pada fase konsolidasi. Pada perdagangan hari Selasa (8/2) kami perkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 3,442 - 3,548 dengan saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. BBRI, BBCA dan PTPP.
Indosurya Securities:
Pada perdagangan Selasa (8/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.450-3.469 dan resistance 3.515-3.540. IHSG telah terbentuk shooting star yang mengindikasikan kekuatan daya beli yang ingin melanjutkan penguatan namun, tertahan oleh kekuatan daya jual yang ingin menekan harga. MACD mulai bergerak naik dengan histogram postif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic berupaya melanjutkan pergerakan menuju area overbought. Pelemahan IHSG kemarin lebih disebabkan adanya profit taking setelah menguat karena kenaikan BI rate. Beberapa laporan keuangan emiten yang mulai dirilis diharapkan bisa mengangkat IHSG.
(qom/qom)











































