IHSG Melambung 26,030 Poin Menuju 744,291
Rabu, 12 Mei 2004 16:27 WIB
Jakarta - Setelah sempat terpuruk, indeks Bursa Efek Jakarta (BEJ) kini kembali menguat signifikan. Pada penutupan perdagangan Rabu (12/5/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 26,030 poin pada level 744,291. Menguatnya bursa utama regional seperti Nikkei (Jepang), Hang Seng (Hong Kong) dan Straits Times (Singapura) turut memberi dampak positif terhadap indeks BEJ.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling aktif diperdagangkan naik 6,034 poin pada level 161,107, Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,985 poin pada level 122,645, Indeks Papan Utama (MBX) naik 6,760 poin pada level 202,147 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) naik 6,438 poin pada level 169,154.Perdagangan di pasar reguler berlangsung sangat ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 24.088 kali pada volume 4.529.554 lot saham senilai Rp 1,374 triliun. Sebanyak 111 saham mencatat kenaikan harga, 20 saham mengalami penurunan harga dan 258 saham lainnya stagnan.Di jajaran top gainer, saham unggulan mendominasi deretan saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi di antaranya International Nickel (INCO) naik Rp 1.100 menjadi Rp 27.100, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 menjadi Rp 13.400, Indosat (ISAT) naik Rp 275 menjadi Rp 3.875, Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 7.450, Astra Internasional (ASII) naik Rp 250 menjadi Rp 5.850, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 150 menjadi Rp 5.000, Bank BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 1.750 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 75 menjadi Rp 1.350.Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar di jajaran top loser di antaranya Dankos (DNKS) turun Rp 25 menjadi Rp 725, Bank BCA (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 3.825, Enseval Putra Mega Trading (EPMT) turun Rp 5 menjadi Rp 420, Bank BII (BNII) turun Rp 5 menjadi Rp 140 dan Bentoel Investama (RMBA) turun Rp 5 menjadi Rp 100.Penguatan indeks hari ini masih dipicu oleh technical rebound setelah sempat merosot hingga 36 poin. Naiknya indeks dipengaruhi sentimen positif menguatnya bursa-bursa regional seperti Nikkei (Jepang), Hang Seng (Hong Kong)dan Strait Times (Singapura).
(ani/)











































