"Dow Jones menguat dalam setengah jam terakhir perdagangan sehingga mempertahankan kemenangan dalam 8 hari berturut-turut. Tapi secara keseluruhan, pasar mengambil nafas setelah reli selama beberapa hari berturut-turut sehingga membuat Nasdaq berada di posisi tertingginya dalam 3 tahun terakhir," ujar Scott Marcouiller, analis dari Wells Fargo Advisors seperti dikutip dari AFP, Kamis (10/2/2011).
Pada perdagangan Rabu (9/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat tipis 6,74 poin (0,06%) ke level 12.239,89. Indeks Standard & Poor's 500 melemah tipis 3,69 poin (0,28%) ke level 1.320,88 dan Nasdaq melema tipis 7,98 poin (0,29%) ke level 2.789,07.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor tidak terlalu ambil pusing dari Gubernur Bank Sentral AS, Benย Bernanke. Dalam testimoninya di depan Kongres AS, Bernanke mengatakan pemulihan ekonomi terus menguat dalam beberapa bulan terakhir namun tingkat pengangguran masih tetap tinggi.
"Saham-saham tidak menunjukkan reaksi yang berarti terhadap komentar Bernanke, terutama karena mereka tidak memberikan detail atau pespektif kondisi makro," ujar analis dari Briefing.com.
Saham-saham energi dan material menjadi penahan laju penguatan indeks akibat tekanan melemahnya permintaan dari emerging markets, yang merupakan sumber dari tingginya permintaan bahan mentah. Saham Chevron Corp turun 1,5%, Alcoa turun 1,4%. Indeks Komoditas Morgan Stanley turun 1%.
Penguatan saham Bank of America dalam satu jam terakhir perdagangan cukup sukses membawa Dow Jones positif. Saham Bank of America menguat setelah pendiri WikiLeaks, Julian Assange mengatakan secara pribadi dia tidak tahu apakah temuannya seputar data BoA berisi berita besar atau skandal. Saham BoA tercatat menguat 0,2%.
(qom/qom)











































