Pada perdagangan, Rabu (9/2/2011), IHSG jatuh 42,462 poin (1,23%) ke level 3.417,471. Sementara Indeks LQ 45 turun 10,384 poin (1,71%) ke level 599,641.
Kondisi bursa saham belum juga pulih, investor masih gamang untuk melakukan aksi beli yang besar. Di tengah pergerakan bursa-bursa utama dunia yang flat, investor untuk sementara memilih melakukan konsolidasi. Pada perdagangan Kamis (10/2/2011), IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Rabu (9/2/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 6,74 poin (0,06%) ke level 12.239,89. Indeks Standard & Poor's 500 melemah tipis 3,69 poin (0,28%) ke level 1.320,88 dan Nasdaq melemah tipis 7,98 poin (0,29%) ke level 2.789,07.
Bursa Jepang mengawali perdagangan Kamis ini dengan pelemahan tipis. Indeks Nikkei-225 pagi ini terpantau melemah 22,11 poin (0,21%) ke level 10.595,72.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Finan Corpindo Nusa:
IHSG kembali terkoreksi dengan penurunan terbesar terjadi di sektor industri dasar, perkebunan dan perbankan seiring dengan pelemahan bursa Asia setelah Bank Sentral China menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Untuk Kamis IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan support 3.380 dan resistance 3.455. Investor dapat mulai melakukan pembelian saham sebagai antisipasi pengumuman laporan keuangan full year 2010.
eTrading Securities:
Pada perdagangan hari Rabu (9/2) IHSG ditutup turun 42 point (-1.23%) ke level 3,417.47 menyusul aksi pemerintah China yang menaikkan tingkat suku bunganya untuk mengerem laju pertumbuhan yang terlalu pesat. Asing pada hari ini (9/2) melakukan Net Sell sebesar Rp 359 miliar dengan sektor yang paling banyak keluar adalah Banking dan Mining. Secara teknikal terlihat IHSG sedang menguji level resistance kuatnya di 3,372. Garis MA5 terlihat gagal melewati MA20 dan diikuti kenaikan volume membuat IHSG besok (10/2) berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Pada perdagangan besok (10/2) IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,372 - 3,471 dengan saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. INCO, UNTR dan BUMI.
Indosurya Securities:
Pada perdagangan Kamis (10/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.346-3.382 dan resistance 3.456-3.493. Setelah IHSG terbentuk candle pola three white soldier , IHSG kembali melemah dan membentuk pola three black crows , sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Pola ini mengindikasikan masih berlanjutnya penurunan. Apalagi, belum adanya sentimen positif yang signifikan bisa menaikkan IHSG. MACD telah membentuk death cross . RSI, William's %R, dan Stochastic gagal mendekati area overbought . Pasar minim sentimen positif. Kenaikan suku bunga di Cina dan rencana kenaikan suku bunga KorSel ditambah downgrade utang Jepang semakin memperparah penurunan. Tetapi, investor bisa cermati beberapa saham pilihan yang telah merilis laporan keuangan agar bisa dijadikan sentimen positif. Hal ini disebabkan secara fundamental tidak ada alasan bagi pasar untuk turun.
(qom/qom)











































