Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya mengatakan, obligasi tersebut dikeluarkan dengan harga penawaran sebesar 108% dan mengalami kelebihan permintaan 6X (oversubscribed) dari jumlah penawaran.
"Ini merupakan penerbitan tambahan dari Obligasi 9% yang jatuh jatuh tempo di 2015," ujar Ketut dalam siaran pers, Jumat (10/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat penerbitan surat utang tersebut, menurut Ketut 99% lebih dari utang perseroan akan jatuh tempo di 2015, dan akan langsung memperkuat neraca perseroan serta memperkokoh dan meningkatkan prospek pertumbuhan perseroan.
"Ini juga akan memberikan penghematan biaya bunga yang signifikan," imbuh Ketut.
Ketut mengatakan, pembiayaan kembali ini akan memperkuat posisi keuangan perseroan dan memberikan landasan untuk melanjutkan pelaksanaan dari rencanan agresif pengembangan rumah sakit, mal ritel dan proyek-proyek residensial.
Lippo Karawaci juga berencana untuk membayar dividen sebesar Rp 150 miliar atau Rp 8,65 per lembar saham, yang merupakan payout ratio sebesar 28,6%, atau setara yield 1,6%.
(dnl/qom)











































