Pada perdagangan, Kamis (10/2/2011), IHSG turun 43,827 poin (1,29%) ke level 3.373,644. Sementara Indeks LQ 45 turun 9,032 poin (1,51%) ke level 590,609.
"Sentimen inflasi di dalam negeri yang diikuti dengan kenaikan BI rate serta langkah serupa yang dilakukan beberapa negara berupa pengetatan kebijakan moneter dan ditambah dengan berita masih tingginya angka pengangguran di AS membuat persepsi investor menjadi negatif," ujar Reza Priyambada Managing Research Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adanya transaksi net buy asing kemarin dan pencatatan perdana saham PT. Garuda Indonesia Tbk, diharapkan bisa menghambat laju penurunan IHSG," tambah Reza.
Bursa Wall Street tadi malam ditutup beragam. Indeks Standard & Poor's 500 dan Nasdaq berhasil ditutup positif berkat reli di sesi-sesi akhir merespons pengumuman dari Presiden Mesir Hosni Mubarak yang tidak mundur namun mendelegasikan kepemimpinannya kepada Wapresnya.
Pada perdagangan Kamis (10/2/2011), indeks Dow Jones melemah 10,60 poin (0,09%) ke level 12.229,29. Indeks Standard & Poor's 500 menguat tipis 0,99 poin (0,07%) ke level 1.321,87 dan Nasdaq menguat 1,38 poin (0,05%) ke level 2.790,45.
Bursa Jepang libur perdagangan pada Jumat ini.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada perdagangan hari ini (10/2) IHSG ditutup turun 43 point (-1.29%) ke level 3,373.64 setelah sempat turun lebih dari 80 point pada sesi pertama. Asing tercatat melakukan Net Sell sebesar Rp142 miliar dengan sektor yang paling banyak keluar adalah Banking dan Mining. IHSG pada hari ini (10/2) terlihat mendekati garis lower bond-nya yang berada di level 3,349. Indikator RSI pun menunjukkan perpotongan garis RSI terhadap garis sinyal menuju keatas sehingga pada perdagangan besok (11/2) IHSG kami perkirakan akan berada dikisaran 3,334 - 3,457 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ASII, SMGR dan BMRI.
Indosurya Securities:
Pada perdagangan Jumat (11/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.296-3.334 dan resistance 3.415-3.456. IHSG masih melanjutkan pelemahannyasetelah membentuk pola three black crows , sesuai dengan perkiraan sebelumnya.Pola ini hampir sama seperti pada akhir Januari 2011 (3.379,54) dan bahkan hampir menyamailevel 22 September 2010 saat menyentuh level terendah di 3.332. Saat itu setelah membentuk pola three black crows diikuti terbentuknya hammer yang mengindikasikanakan terjadinya reversal dan itu terbukti. Hari ini, bila terjadi penurunan diharapkan bisa membentuk candle inverted hammer atau spinning tops sehingga ada peluang reversal di pekan depan. Lagipula lower bollinger bands telah tersentuh. MACD telah membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek.RSI, William's%R, dan Stochastic berbalik arah menuju area oversold . Adanya transaksi net buy asing kemarin dan pencatatan perdana saham PT. Garuda Indonesia Tbk, diharapkan bisa menghambat laju penurunan.
(qom/qom)











































