Saham Garuda Baru 'Normal' 6 Bulan Lagi

Saham Garuda Baru 'Normal' 6 Bulan Lagi

- detikFinance
Jumat, 11 Feb 2011 11:56 WIB
Saham Garuda Baru Normal 6 Bulan Lagi
Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan, saham Garuda baru bisa menyentuh nilai seimbangnya di Rp 750 per lembar dalam waktu 6 bulan lagi. Saat ini harga saham maskaspai plat merah itu masih akan berada di bawah harga awal.

"Kira-kira enam bulan ke depan baru bisa menemukan nilai yang seimbang. Kita berharap yang terbaik untuk pasar modal. Kita harus berani menghadapi situasi seperti ini," tutur Mustafa di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (11/2/2011) .

Mustafa menyalahkan kondisi pasar modal Indonesia yang lemah menjadi penyebab turunnya harga saham Garuda bahkan sempat ke titik terendah di Rp 580 per lembar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini situasi di mana pasar modal kita lemah. Tapi memang kalau kita tidak berani mengambil langkah bukan bisnis namanya. Kita sempat memutuskan Rp 750, ke depan pasti akan berhadapan naik atau turun. Ini kan berjalan prosesnya," papar Mustafa.

Dalam enam bulan, saham Garuda baru akan mencapai harga seimbang, belum tentu investor mendapatkan untung dalam 6 bulan ke depan.

"Enam bulan saya harapkan harga saham Garuda bisa di atas Rp 750, sehingga ada gain bagi pemegang saham. Kita tidak bisa menyatakan menjadi berapa tapi yang sebaik mungkin ketika pasar bergairah, IHSG melonjak, harga saham bisa lebih tinggi. Kita akui secara regional pasar saham memang melemah," jelas Mustafa.

Mustafa juga tidak bisa mengelak soal waktu Garuda yang tak pas masuk ke pasar modal. Namun menurutnya, pasti akan ada saatnya saham Garuda naik dan memberikan keuntungan (gain) ke investor.

"Misalnya ibarat Garuda ada masa low season di akhir tahun, dan musim haji ada peak season, nah pasar juga begini, harus sesuai dengan irama," jelas Mustafa.

Dia menjelaskan, Garuda harus tetap IPO meski pasar sedang turun sebab adanya kebutuhan yang mendesak untuk menjalankan rencana bisnis yang sudah berjalan.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads