"Kira-kira enam bulan ke depan baru bisa menemukan nilai yang seimbang. Kita berharap yang terbaik untuk pasar modal. Kita harus berani menghadapi situasi seperti ini," tutur Mustafa di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (11/2/2011) .
Mustafa menyalahkan kondisi pasar modal Indonesia yang lemah menjadi penyebab turunnya harga saham Garuda bahkan sempat ke titik terendah di Rp 580 per lembar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam enam bulan, saham Garuda baru akan mencapai harga seimbang, belum tentu investor mendapatkan untung dalam 6 bulan ke depan.
"Enam bulan saya harapkan harga saham Garuda bisa di atas Rp 750, sehingga ada gain bagi pemegang saham. Kita tidak bisa menyatakan menjadi berapa tapi yang sebaik mungkin ketika pasar bergairah, IHSG melonjak, harga saham bisa lebih tinggi. Kita akui secara regional pasar saham memang melemah," jelas Mustafa.
Mustafa juga tidak bisa mengelak soal waktu Garuda yang tak pas masuk ke pasar modal. Namun menurutnya, pasti akan ada saatnya saham Garuda naik dan memberikan keuntungan (gain) ke investor.
"Misalnya ibarat Garuda ada masa low season di akhir tahun, dan musim haji ada peak season, nah pasar juga begini, harus sesuai dengan irama," jelas Mustafa.
Dia menjelaskan, Garuda harus tetap IPO meski pasar sedang turun sebab adanya kebutuhan yang mendesak untuk menjalankan rencana bisnis yang sudah berjalan.
(dnl/qom)











































