Jamsostek 'Borong' Saham Garuda Rp 210 Miliar

Jamsostek 'Borong' Saham Garuda Rp 210 Miliar

- detikFinance
Jumat, 11 Feb 2011 12:14 WIB
Jakarta - PT Jamsostek (Persero) menyerap Rp 210 miliar saham perdana PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Jumlah ini lebih rendah dari free float sebelumnya yang ditaksir Rp 250-300 miliar.

"Sama seperti sebelumnya, Rp 210 miliar," jelas Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G. Masassya di Jakarta, Jumat (11/2/2011).

Menurut siaran pers Garuda, Jamsostek menjadi salah satu investor institusi yang menyerap saham perseroan. Jamsostek mengambil 5% dari free float saham GIAA. Ini setara dengan Rp 250-300 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencananya kami ingin mengambil saham Garuda lebih dari nilai tersebut, tetapi ketentuan yang berlaku di dalam pedoman investasi kami membatasi maksimal hanya sampai 5%," jelas Direktur Utama PT Jamsostek, Hotbonar Sinaga.

Berdasarkan versi Jamsostek, harga saham GIAA Rp 750 per lembar sudah wajar usai evaluasi oleh internal perseroan. Garuda berprospek positif karena menjadi satu-satunya perusahaan penerbangan berbintang 4 yang diperingkat Skytrax.

Garuda melepas saham baru sebanyak 6,335 miliar lembar, atau setara dengan 26,67% dari total modal yang ditetapkan. Dengan harga pelaksanaan Rp 750 per lembar maka dana yang dapat Rp 4,751 triliun.

Dana ini tidak dinikmati Garuda sendiri. Pasalnya ada hak saham milik Bank Mandiri, dari utang perseroan yang kemudian dikonversi menjadi saham perdana. Saham Garuda milik Bank Mandiri sebanyak 1,9 miliar lembar, sedangkan milik BUMN Aviasi sendiri 4,4 miliar lembar. Dengan demikian jatuh murni Garuda atas saham IPO miliknya, Rp 3,3 triliun, sedangkan untuk Bank Mandiri Rp 1,451 triliun.

Dana Rp 3,3 triliun digunakan untuk pengembangan usaha. Untuk saham milik Bank Mandiri, telah dilepas seluruhnya berbarengan pada saat listing.

Garuda Indonesia menjadi tamu ketiga di 2011 Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah Megapolitan, dan Martina Berto.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads